JAKARTA, iNews.id - Asosiasi Emiten Indonesia (AEI) memperingatkan bahwa pasar modal Indonesia kini terpapar sejumlah risiko global. Risiko tersebut meliputi meningkatnya ketegangan geopolitik, fluktuasi pasar akibat unwinding yen, serta ancaman El Nino yang dapat memicu lonjakan harga pangan dan energi.
Ketua Umum AEI, Armand Wahyudi Hartono, menekankan pentingnya perhatian dari perusahaan yang terdaftar dan pelaku pasar terhadap perkembangan ini. Menurutnya, gejolak yang terjadi di tingkat global dapat dengan cepat berdampak pada kondisi pasar keuangan domestik. "Coba bayangkan panasnya geopolitik, dua minggu terakhir adanya unwinding dari Yen, dan mulai bulan ini dan ke depan adanya El Nino major," ungkap Armand dalam Musyawarah Anggota AEI 2026.
Armand juga menjelaskan bahwa fenomena El Nino, yang dapat menyebabkan kemarau berkepanjangan dan suhu ekstrem, berpotensi memberikan tekanan pada harga pangan dan energi di seluruh dunia. Pergerakan harga komoditas ini, lanjutnya, berpotensi memengaruhi pasar modal secara global. "Kalau memang benar ini musim kemarau panjang, panas yang teramat, bisa di-impact ke global food price, global short-term, short-term lost, dan pangan, energi, semuanya, berdasarkan persamaan, bisa tentunya ada pengaruh ke pasar modal itu sendiri secara global," tambahnya.
Dengan demikian, AEI menekankan perlunya kewaspadaan dan strategi mitigasi dari para pelaku pasar untuk menghadapi tantangan yang mungkin muncul akibat kondisi ini.