Indeks Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan akan melanjutkan tren penguatan pada perdagangan hari ini, Selasa, 7 Juli 2026. Sebelumnya, IHSG ditutup menguat 0,69 persen atau naik 40 poin ke level 5.916 pada perdagangan Senin, 6 Juli 2026.
Senior Technical Analyst dari Mirae Aset Sekuritas, Nafan Aji Gusta, menjelaskan bahwa penguatan indeks tersebut didorong oleh aksi beli pada saham bank besar yang menjadi pilar utama, meskipun nilai tukar rupiah mengalami tekanan dengan sempat menembus level Rp18.000 per dolar AS. Ia menambahkan, "Saham perbankan big caps berpotensi menjadi penopang apabila arus dana asing mulai kembali." Secara teknis, Nafan mencatat bahwa pergerakan IHSG telah berhasil rebound dan menunjukkan beberapa pola bullish, meskipun ada sinyal negatif dari indikator RSI.
Nafan juga mengingatkan bahwa aksi jual oleh investor asing masih menjadi faktor yang membatasi penguatan IHSG, sehingga potensi kenaikan diperkirakan akan berlangsung secara bertahap. Dari sisi global, investor masih menunggu risalah rapat FOMC yang dapat memberikan petunjuk mengenai kebijakan suku bunga The Fed ke depan. Nafan menambahkan, "Setelah data ketenagakerjaan AS menunjukkan perlambatan, The Fed diperkirakan tidak akan agresif dalam pengetatan moneter tahun ini."
Di tengah meredanya ketegangan geopolitik di Timur Tengah, sentimen global juga terjaga, yang membantu menstabilkan harga energi. Nafan menekankan bahwa sektor bahan baku dan energi masih layak untuk diperhatikan, selain sektor perbankan yang telah memberikan kontribusi signifikan terhadap penguatan IHSG di awal pekan ini.
Para pelaku pasar domestik kini menantikan rilis data cadangan devisa Indonesia untuk periode Juni 2026, yang dapat menjadi indikator ketahanan eksternal di tengah dinamika nilai tukar rupiah. "Jika hasilnya meningkat atau setidaknya stabil, ini dapat menjadi sentimen positif bagi rupiah, pasar obligasi, dan IHSG," jelas Nafan. Ia juga mencatat bahwa support IHSG hari ini berada di kisaran 5.848 hingga 5.723, sementara area resistance ada di level 5.972 hingga 6.127.
BRI Danareksa Sekuritas melaporkan bahwa penguatan IHSG kemarin didorong oleh aksi technical rebound meskipun nilai transaksi masih relatif rendah. Mereka mencatat bahwa investor cenderung menunggu rilis sejumlah data ekonomi penting. Hari ini, pasar akan mencermati rilis cadangan devisa Indonesia yang diperkirakan meningkat menjadi sekitar USD145 miliar, serta risalah rapat FOMC yang dapat memengaruhi pergerakan rupiah dan arus dana asing.
MNC Sekuritas juga mencatat bahwa penguatan IHSG kemarin didominasi oleh volume pembelian, meskipun indeks masih terhalang oleh MA20. Mereka memperkirakan bahwa IHSG saat ini berada dalam fase koreksi yang menguji level 5.472 hingga 5.540, namun juga mengingatkan akan potensi pembentukan wave bullish yang baru.
Mayoritas indeks sektoral di Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup menguat pada perdagangan kemarin, dengan sembilan dari sebelas sektor berhasil mengakhiri sesi di zona hijau. Sektor consumer cyclical memimpin penguatan dengan kenaikan 1,26 persen, diikuti oleh sektor energi dan teknologi masing-masing naik 0,92 persen. Hanya dua sektor yang berakhir di zona merah, yaitu sektor infrastruktur dan consumer non-cyclical yang masing-masing terkoreksi tipis.