Bitcoin membuka perdagangan pada hari Sabtu, 27 Juni 2026, dengan sedikit penguatan setelah beberapa hari mengalami tekanan. Aset kripto terbesar di dunia ini mencatat kenaikan tipis dan kembali diperdagangkan di atas level psikologis USD60.000.
Pada perdagangan pagi, Bitcoin tercatat menguat sekitar 0,8 persen menjadi USD60.061. Di pasar domestik, harga Bitcoin juga mengalami kenaikan sekitar 0,4 persen menjadi Rp1,085 miliar per koin. Meskipun ada minat beli jangka pendek, harga sempat mendekati area terendah dalam beberapa pekan terakhir.
Namun, kenaikan ini belum cukup untuk mengubah pandangan teknikal yang cenderung negatif. Mayoritas indikator menunjukkan dominasi aksi jual, terutama pada grafik mingguan yang menjadi acuan bagi investor. Ringkasan indikator teknikal menunjukkan status "Sangat Jual", di mana dari sepuluh indikator osilator yang diamati, hanya dua yang memberikan sinyal beli, sementara sisanya berada di area jual.
Kondisi ini menunjukkan bahwa meskipun ada aksi akumulasi, tekanan dari pelaku pasar yang memilih merealisasikan keuntungan atau mengurangi eksposur masih lebih kuat. Indikator Relative Strength Index (RSI) berada di kisaran 32,9, mendekati area jenuh jual, tetapi belum cukup rendah untuk mengonfirmasi pembalikan tren secara meyakinkan.
Sinyal optimis hanya terlihat pada indikator Stochastic yang merekomendasikan beli, dan indikator Williams %R menunjukkan peluang rebound jangka pendek setelah penurunan harga yang cukup dalam. Namun, kedua indikator ini masih kalah kuat dibandingkan indikator lain yang memberikan rekomendasi jual. MACD masih berada di wilayah negatif dan ADX menunjukkan tren turun sebelumnya masih memiliki kekuatan besar.
Indikator moving average menunjukkan seluruh rata-rata pergerakan memberikan sinyal jual, yang menunjukkan bahwa tren turun masih dominan. Harga Bitcoin saat ini juga diperdagangkan di bawah sebagian besar rata-rata pergerakan utama, menandakan bahwa aset ini belum berhasil keluar dari fase bearish yang berlangsung dalam beberapa pekan terakhir.
Investor perlu memperhatikan sejumlah level penting. Berdasarkan indikator pivot point klasik, area USD64.617 menjadi titik keseimbangan utama yang akan menentukan arah pergerakan berikutnya. Jika harga tetap di bawah level tersebut, tekanan jual diperkirakan akan tetap dominan. Sebaliknya, jika Bitcoin mampu menembus area tersebut, peluang untuk menguji level resistance di kisaran USD66.965 hingga USD69.624 akan terbuka.
Di sisi bawah, area support pertama berada di sekitar USD61.959. Jika tekanan jual meningkat dan menembus level tersebut, harga dapat bergerak menuju support berikutnya di kisaran USD59.611, bahkan membuka peluang menguji area USD56.952 jika sentimen pasar memburuk. Secara psikologis, keberhasilan Bitcoin bertahan di atas USD60.000 menjadi perkembangan penting, karena level ini merupakan batas psikologis yang diperhatikan pelaku pasar.
Namun, investor masih bersikap hati-hati, dipengaruhi oleh faktor teknikal dan sensitivitas pergerakan Bitcoin terhadap perkembangan ekonomi global, kebijakan suku bunga Federal Reserve, serta perubahan sentimen terhadap aset berisiko. Beberapa hari terakhir, pasar keuangan global mengalami pelemahan pada saham-saham teknologi dan sektor kecerdasan buatan (AI), yang turut mempengaruhi minat investor terhadap aset spekulatif, termasuk mata uang kripto.