PT Ciputra Development Tbk (CTRA) telah mengumumkan penurunan target pendapatan dan laba bersih untuk tahun 2026 sebesar 10 persen. Penyesuaian ini diungkapkan oleh Sekretaris Perusahaan CTRA, Aditya Ciputra Sastrawinata, yang menyatakan bahwa keputusan tersebut didasarkan pada hasil presales properti CTRA di tahun lalu.
Dalam paparan publik yang berlangsung di Jakarta pada Jumat, 26 Juni 2026, Aditya menjelaskan bahwa penurunan target ini disebabkan oleh penurunan presales di tahun 2025, yang diperkirakan akan berdampak pada laporan keuangan tahun 2026. Data yang dihimpun CTRA menunjukkan bahwa presales hunian pada tahun 2025 tercatat sebesar Rp9,4 triliun, mengalami penurunan sebesar 14 persen dibandingkan dengan tahun 2024 yang mencapai Rp11,01 triliun. Pada kuartal I 2026, CTRA juga mencatatkan presales residensial sebesar Rp2,4 triliun, turun 23 persen dari periode yang sama tahun lalu yang mencapai Rp3,1 triliun.
Aditya menilai bahwa penurunan presales ini lebih disebabkan oleh melemahnya daya beli, khususnya di segmen konsumen menengah ke bawah. Ia juga menambahkan bahwa meskipun pendapatan dari segmen properti investasi diproyeksikan tumbuh pada tahun 2026, hal tersebut tidak cukup untuk menutupi penurunan di segmen properti development. "Kenaikan di porsi investasi tidak bisa menutupi di residensial," ujarnya.
Dalam hal margin laba bersih, CTRA berkomitmen untuk menjaga profitabilitas di kisaran 20 persen sebagai langkah untuk meningkatkan efisiensi operasional. Pada kuartal I 2026, pendapatan CTRA mengalami penurunan sebesar 6 persen menjadi Rp2,5 triliun, sementara laba bersih turun 21 persen menjadi Rp588 miliar. Aditya menegaskan bahwa kedua angka ini masih sejalan dengan target awal tahun, dan kontribusi kinerja keuangan diharapkan akan paling besar terjadi pada kuartal keempat, sama seperti tahun-tahun sebelumnya, karena jadwal serah terima unit yang mayoritas berlangsung pada kuartal tersebut.
Selain menyesuaikan target pendapatan dan laba bersih, CTRA mempertahankan target marketing sales untuk tahun 2026 sebesar Rp9,5 triliun, yang ditujukan untuk segmen menengah ke atas. Proyek-proyek besar seperti CitraGarden City Jakarta, CitraGarden Serpong, CitraGarden Bintaro, serta dua proyek baru Citra Homes Salim dan Citra Bukit Golf Sentul diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan.