Ekonomi

CLEO Memangkas Dividen Menjadi Rp250 per Lot, Apakah Pendapatan Menyusut?

Senin, 22 Juni 2026, 16:22 WIB 14 views 2 menit baca
CLEO memutuskan pembagian dividen tunai sebesar Rp25o per lot yang diambil dari tahun buku 2025. (Foto: dok CLEO)
CLEO memutuskan pembagian dividen tunai sebesar Rp25o per lot yang diambil dari tahun buku 2025. (Foto: dok CLEO)
Bagikan:

PT Sariguna Primatirta Tbk (CLEO) telah mengumumkan pembagian dividen tunai sebesar Rp250 per lot dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan yang diadakan pada Senin, 22 Juni 2026. Angka ini menunjukkan penurunan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya, meskipun CLEO dikenal sebagai salah satu emiten di sektor barang konsumen yang mampu mempertahankan pertumbuhan bisnisnya.

Tren penurunan dividen terlihat jelas dari data historis. Pada tahun buku 2024, CLEO membagikan dividen sebesar Rp5 per saham, sedangkan pada tahun sebelumnya, dividen tercatat sebesar Rp5,05 per saham. Pada tahun 2022, dividen berada di level Rp1,65 per saham, dan pada 2021, perusahaan membagikan dua kali dividen mini, masing-masing Rp2,5 dan Rp1 per saham. Dengan dividen terbaru yang hanya setengah dari tahun lalu, dividend yield CLEO saat ini berada di sekitar 0,5 persen, angka yang tergolong rendah jika dibandingkan dengan rata-rata emiten barang konsumen lainnya di Bursa Efek Indonesia.

Namun, dari sisi keuangan, CLEO mencatatkan penjualan sebesar Rp774 miliar pada kuartal pertama 2026, meningkat hampir 16 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Laba bersih juga mengalami pertumbuhan, mencapai Rp123 miliar, naik dari Rp117 miliar pada tahun sebelumnya. Struktur profitabilitas perusahaan masih terjaga dengan laba usaha yang meningkat menjadi Rp168 miliar. Hal ini menunjukkan bahwa pemotongan dividen bukan disebabkan oleh penurunan laba, melainkan karena perusahaan sedang melakukan investasi besar-besaran.

Manajemen CLEO mengungkapkan bahwa sepanjang tahun 2026, perusahaan menganggarkan belanja modal sekitar Rp700 miliar, yang jauh lebih besar dibandingkan total dividen yang dibagikan. Dana tersebut akan digunakan untuk membangun pabrik baru di beberapa lokasi dan memperluas jaringan distribusi nasional, termasuk pembukaan 500 titik distribusi baru. Strategi ini diambil untuk mengatasi kenaikan biaya logistik yang telah meningkat lebih dari 50 persen, menunjukkan bahwa manajemen lebih memilih untuk fokus pada pertumbuhan daripada pembagian dividen.

Dari sisi teknikal, saham CLEO menunjukkan tanda-tanda pemulihan dengan indikator teknikal memberikan sinyal "sangat beli". Meskipun tantangan ada pada area resistance tertentu, harga saham saat ini berada di atas moving average jangka pendek, menunjukkan momentum positif. Level kunci di Rp381 harus dipertahankan untuk menjaga peluang menuju resistance berikutnya.

Secara keseluruhan, meskipun dividen mengalami penurunan, tidak ada indikasi pelemahan fundamental yang mengkhawatirkan pada CLEO. Pendapatan yang tumbuh, laba yang meningkat, serta strategi ekspansi yang agresif menunjukkan bahwa keputusan untuk memangkas dividen lebih merupakan langkah strategis untuk mendukung pertumbuhan jangka panjang daripada akibat dari kinerja keuangan yang memburuk.

A

Penulis

Adhe Dharma

Penulis di Jagad Info

Berita Terkait