PT Ciputra Development Tbk (CTRA) menunjukkan optimisme terhadap pertumbuhan penjualan properti sejalan dengan meningkatnya kebutuhan hunian di Indonesia. Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I 2026 tercatat sebesar 5,61 persen secara tahunan, sementara Bank Indonesia memproyeksikan laju pertumbuhan ekonomi nasional tahun ini berada di kisaran 4,7 hingga 5,7 persen.
Aditya Ciputra Sastrawinata, Sekretaris Perusahaan CTRA, menjelaskan bahwa permintaan hunian saat ini didorong oleh pengguna akhir yang benar-benar memerlukan tempat tinggal. "Harapan kami, permintaan rumah datangnya dari perputaran ekonomi. Sekarang itu permintaan rumah kebanyakan didorong oleh end user, bukan dari investor," ujarnya. Ia menambahkan bahwa jika ekonomi tumbuh, permintaan rumah akan meningkat seiring dengan daya beli masyarakat.
Data dari CTRA menunjukkan bahwa insentif Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) 100 persen berkontribusi besar terhadap penjualan rumah. Aditya menyebutkan bahwa 53 persen dari penjualan di kuartal I 2026 menggunakan insentif tersebut. Meskipun insentif ini masih berlaku hingga akhir 2027, CTRA tidak menetapkan target penjualan khusus dari insentif tersebut, melainkan menargetkan marketing sales sebesar Rp9,5 triliun untuk tahun ini, sama dengan target tahun lalu.
Namun, CTRA menghadapi tantangan dalam penjualan properti, terutama terkait daya beli konsumen dan kenaikan suku bunga yang mempengaruhi cicilan Kredit Pemilikan Rumah (KPR). Dalam sebulan terakhir, Bank Indonesia telah menaikkan suku bunga dari 4,75 persen menjadi 5,75 persen. Aditya mengungkapkan bahwa 72 persen pembelian properti CTRA berasal dari KPR, sehingga setiap perubahan suku bunga akan berdampak pada penjualan.
Dengan kenaikan suku bunga, perbankan diperkirakan akan lebih selektif dalam memberikan pembiayaan KPR, yang dapat mempengaruhi kepemilikan rumah. "Jadi kalau suku bunga naik 1 persen dalam satu bulan, ini pasti akan tunggu waktu kapan bunga KPR akan naik," pungkasnya. CTRA berharap situasi ini tidak menghambat pertumbuhan penjualan di masa mendatang.