Ekonomi

Enam Emiten Akan Masuki Cum Date Dividen, Perhatikan Panduannya

Senin, 22 Juni 2026, 19:22 WIB 15 views 3 menit baca
TINS membagikan dividen yang jumlahnya lebih besar dari lainnya, yaitu sebesar Rp88,18 per saham. (Foto: dok TINS)
TINS membagikan dividen yang jumlahnya lebih besar dari lainnya, yaitu sebesar Rp88,18 per saham. (Foto: dok TINS)
Bagikan:

KABARBURSA.COM – Enam emiten akan memasuki periode cum date dividen pada hari Selasa, 23 Juni 2026. Emiten-emiten tersebut meliputi PT Timah Tbk (TINS), PT Galva Technologies Tbk (GLVA), PT Berdikari Pondasi Perkasa Tbk (BDKR), PT Nusantara Sawit Sejahtera Tbk (NSSS), PT Murni Sadar Tbk (MTMH), dan PT Tembaga Mulia Semanan Tbk (TBMS). Para investor yang ingin memperoleh hak dividen dari enam emiten tersebut diwajibkan untuk memiliki saham sebelum penutupan perdagangan pada tanggal tersebut.

Dari keenam emiten, TINS menawarkan dividen yang paling besar, yaitu Rp88,18 per saham. Bagi investor yang telah memiliki saham TINS sebelum cum date, dividen ini menjadi keuntungan yang menarik. Namun, bagi investor yang baru mempertimbangkan untuk membeli saham menjelang cum date, situasinya menjadi lebih kompleks. Selain TINS, GLVA juga menarik perhatian dengan dividen sebesar Rp10 per saham. Meskipun nilainya lebih kecil, GLVA dikenal memiliki stabilitas bisnis yang lebih baik dibandingkan dengan sektor komoditas.

Dari sektor perkebunan, NSSS membagikan dividen sebesar Rp5 per saham. Kehadiran emiten sawit dalam daftar dividen menarik perhatian, mengingat industri kelapa sawit menghadapi tantangan harga CPO global dan kebijakan ekspor yang dapat mempengaruhi kinerja keuangan di masa mendatang. Sementara itu, BDKR dan MTMH masing-masing membagikan dividen sebesar Rp2,65 dan Rp2,42 per saham. Meskipun nominalnya kecil, bagi investor jangka panjang, distribusi dividen ini menunjukkan bahwa perusahaan masih mampu menghasilkan arus kas yang baik. TBMS juga membagikan dividen sebesar Rp28,52 per saham, yang meskipun terlihat kecil, menunjukkan bahwa perusahaan masih memiliki eksposur terhadap perdagangan internasional.

Investor perlu waspada terhadap fenomena yang dikenal sebagai dividend trap, di mana mereka membeli saham hanya untuk mengejar dividen, namun mengalami kerugian akibat penurunan harga saham yang lebih besar daripada nilai dividen yang diterima. Oleh karena itu, keputusan untuk membeli saham menjelang cum date seharusnya tidak hanya didasarkan pada besarnya dividen, tetapi juga mempertimbangkan tren harga dan prospek fundamental perusahaan.

Penting bagi investor pemula untuk memahami mekanisme cum date. Mereka sering kali berpikir bahwa mereka dapat membeli saham pada hari ex date dan tetap berhak atas dividen. Namun, untuk mendapatkan hak dividen, saham harus sudah dimiliki paling lambat saat cum date berakhir di pasar reguler. Oleh karena itu, memastikan ketersediaan dana di rekening dana nasabah (RDN) sebelum penutupan perdagangan adalah langkah yang krusial.

Dalam konteks enam emiten yang memasuki cum date pada 23 Juni, investor yang ingin mendapatkan dividen harus memastikan bahwa transaksi pembelian selesai sebelum pasar reguler ditutup. Jika pembelian dilakukan setelah waktu tersebut, investor akan mendapatkan sahamnya, tetapi tidak akan berhak atas dividen yang akan dibagikan. Selain itu, investor juga perlu memperhatikan aspek administratif yang sering diabaikan, seperti memastikan bahwa dana di rekening efek tersedia sebelum melakukan transaksi pembelian pada tanggal 23 Juni.

(*) Disclaimer: Berita ini membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber terpercaya lainnya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.

A

Penulis

Agus Wigati

Penulis di Jagad Info

Berita Terkait