Bursa Asia mengalami pergerakan yang beragam pada pembukaan hari Rabu, 12 Agustus 2026. Indeks Kospi dari Korea Selatan mencatatkan kenaikan tertinggi sebesar 1,47 persen, mencapai level 6.438,50, sementara indeks Hang Seng juga menunjukkan pergerakan positif.
Di tengah dinamika ini, PT Mandiri Manajemen Investasi meluncurkan Reksa Dana Syariah Mandiri ETF Emas dengan kode XMES, yang mulai diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia pada 10 Agustus 2026. Peluncuran ini diharapkan dapat menarik minat investor yang mencari alternatif investasi yang sesuai dengan prinsip syariah.
Sementara itu, PT Indonesian Paradise Property Tbk (INPP) mengumumkan pembagian dividen interim untuk tahun buku 2026 sebesar Rp50,318 miliar atau Rp4,5 per saham, yang setara dengan sekitar 89,2 persen dari laba bersih yang diperoleh.
Harga emas dunia juga menunjukkan penguatan pada Rabu, 12 Agustus 2026, dengan spot gold naik 0,2 persen menjadi USD4.380,12 per troy ounce pada pukul 07.56 WIB. Investor saat ini menantikan rilis data Indeks Harga Konsumen (CPI) dari AS yang diperkirakan akan mempengaruhi pergerakan pasar.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup mengalami penurunan sebesar 1,53 persen, mencapai level 6.267,88 pada Selasa, 11 Agustus 2026, dengan investor asing mencatatkan net foreign sell sebesar Rp687,80 miliar. Penurunan ini dinilai mencerminkan kekhawatiran pasar terhadap kondisi ekonomi saat ini.
Di sisi lain, harga minyak dunia kembali mengalami kenaikan pada Rabu, 12 Agustus 2026, dengan harga Brent mencapai USD89,63 dan WTI USD83,91 per barel. Kenaikan harga ini dipicu oleh ketidakpastian yang melanda pasar global, terutama terkait dengan ketegangan di Timur Tengah.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memberikan tanggapan mengenai isu reshuffle Kabinet Merah Putih yang beredar, yang diperkirakan akan dilakukan setelah 17 Agustus 2026. Bahlil menegaskan bahwa reshuffle merupakan bagian dari dinamika pemerintahan.
Dengan berbagai faktor yang mempengaruhi pasar, baik dari sisi inflasi maupun ketegangan geopolitik, perkembangan selanjutnya akan menjadi perhatian bagi investor dan pelaku pasar di Indonesia.