Saat pilek atau alergi menyerang, hidung sering terasa tersumbat dan pernapasan menjadi kurang nyaman. Kondisi ini tidak hanya berkaitan dengan saluran hidung, tetapi juga melibatkan sinus, rongga berisi udara yang berada di sekitar wajah. Sinus terletak di area pipi, dahi, sekitar mata, hingga bagian belakang hidung.
Menurut dokter spesialis THT-KL Mayapada Hospital Surabaya, dr. Budi Sutikno, sinus terdiri atas beberapa bagian yang memiliki fungsi saling mendukung. "Sinus terbagi menjadi beberapa bagian, yaitu sinus maksilaris di area pipi, sinus frontal di dahi, sinus etmoid di antara mata, dan sinus sfenoid di belakang hidung," ujarnya.
Keempat rongga tersebut berperan dalam menghasilkan lendir yang membantu menjaga kelembapan saluran hidung. Lendir juga berfungsi menyaring partikel asing yang masuk bersama udara sehingga membantu melindungi tubuh dari infeksi. Selain mendukung sistem pernapasan, sinus memiliki fungsi lain yang sering tidak disadari, yaitu mengatur resonansi suara.
Karena berhubungan langsung dengan saluran hidung, sinus rentan mengalami gangguan ketika terjadi infeksi, alergi, atau peradangan. Salah satu gangguan yang paling sering ditemukan adalah sinusitis. Dokter spesialis THT-KL Mayapada Hospital Surabaya, dr. Caesarisma Vidiyanti, menjelaskan bahwa sinusitis terjadi ketika saluran yang mengalirkan lendir dari sinus mengalami hambatan.
Gejala awal yang umum meliputi hidung tersumbat dan pilek yang berlangsung cukup lama. Pada sebagian kasus, keluhan dapat berkembang menjadi nyeri pada wajah, sakit kepala, hingga berkurangnya kemampuan penciuman. Menurut dr. Caesarisma, pemeriksaan yang tepat menjadi langkah penting untuk memastikan penyebab keluhan.