Nasional

HA IPB Serahkan Cetak Biru Pesisir Jakarta kepada Gubernur Pramono Anung

Sabtu, 13 Juni 2026, 01:21 WIB 10 views 3 menit baca
HA IPB Serahkan Cetak Biru Pesisir Jakarta ke Gubernur Pramono Anung
HA IPB Serahkan Cetak Biru Pesisir Jakarta ke Gubernur Pramono Anung
Bagikan:

Himpunan Alumni IPB University mengadakan audiensi dengan Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, di Balai Kota DKI Jakarta. Pertemuan ini bertujuan untuk menjalin silaturahmi sekaligus bertukar ide mengenai pembangunan kawasan pesisir Jakarta.

Dalam audiensi tersebut, HA IPB University menyerahkan dokumen kajian berjudul Cetak Biru-Hijau Pesisir Utara Jakarta. Dokumen ini dimaksudkan sebagai masukan strategis bagi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam mengevaluasi dan mengembangkan konsep pembangunan Giant Sea Wall (GSW), yang merupakan salah satu solusi untuk menghadapi ancaman banjir rob, penurunan muka tanah, dan perubahan iklim.

Anggawira, Sekretaris Jenderal HA IPB University, menyatakan bahwa masalah yang dihadapi kawasan pesisir Jakarta memerlukan pendekatan lintas sektor. Ia menjelaskan bahwa tantangan di Jakarta Utara tidak hanya berkaitan dengan ancaman air laut, tetapi juga melibatkan kualitas lingkungan, keberlanjutan ekonomi masyarakat pesisir, serta masa depan kawasan metropolitan Jakarta.

Menurut Anggawira, kawasan pesisir Jakarta memiliki peran strategis nasional dengan fungsi ekonomi, sosial, dan ekologis. Oleh karena itu, setiap proyek besar seperti GSW harus dipertimbangkan secara menyeluruh, tidak hanya dari aspek teknis konstruksi.

Konsep Cetak Biru-Hijau Pesisir Utara Jakarta yang disampaikan HA IPB bertujuan untuk memberikan perspektif akademik dan kebijakan, sehingga pembangunan kawasan pesisir dapat dilakukan secara seimbang antara perlindungan kota dan keberlanjutan lingkungan. HA IPB juga menekankan bahwa pembangunan GSW harus mempertimbangkan berbagai faktor, termasuk perubahan iklim global, kenaikan muka air laut, kondisi ekosistem pesisir, dan sistem drainase kota.

Dalam pertemuan tersebut, sejumlah pengurus HA IPB University turut hadir, termasuk Muhammad Karim sebagai Dewan Pakar dan Yayat Dinar sebagai Ketua Bidang Kajian Strategis dan Isu Nasional. Audiensi ini juga membahas peluang kolaborasi antara Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan DPP HA IPB University dalam penyelenggaraan Forum Strategis Nasional (FSN), yang diharapkan dapat menjadi wadah dialog antara pemerintah, akademisi, dan pemangku kepentingan lainnya.

Anggawira menambahkan bahwa Jakarta memerlukan kolaborasi berbasis ilmu pengetahuan untuk menghadapi tantangan perkotaan dan pesisir yang semakin kompleks. Muhammad Karim menegaskan pentingnya proyek GSW dalam menjaga masa depan Jakarta sebagai kota pesisir, dengan penekanan pada perlunya integrasi antara perlindungan fisik dan solusi berbasis alam.

Yayat Dinar menyatakan bahwa pertemuan ini merupakan langkah untuk memperkuat hubungan antara dunia akademik dan pemerintah dalam merumuskan kebijakan pembangunan yang berbasis ilmu pengetahuan. Gubernur Pramono Anung menyambut baik masukan dari HA IPB University dan menekankan pentingnya kolaborasi berbagai pihak untuk memperkuat kebijakan publik.

Pramono juga dijadwalkan hadir dalam Forum Strategis Nasional 2026 yang diselenggarakan oleh DPP HA IPB University, yang bertujuan sebagai ruang dialog kebangsaan dan pemikiran strategis untuk menghadapi tantangan pembangunan nasional. Forum ini akan diadakan pada 20 Juli 2026 di Grand Sahid Jaya Hotel, Jakarta, dengan tema besar mengenai kontribusi strategis alumni untuk ketahanan nasional dan masa depan Indonesia.

V

Penulis

Vina Maharani

Penulis di Jagad Info

Sumber: jpnn.com jpnn.com

Berita Terkait