Kesehatan

Hantavirus di Indonesia: Tidak Baru, Tapi Kurang Terdeteksi

Jumat, 08 Mei 2026, 21:46 WIB 21 views 2 menit baca
Hantavirus di Indonesia: Tidak Baru, Tapi Kurang Terdeteksi
Ilustrasi. Hantavirus bukanlah virus baru. Kasus virus ini pada manusia tercatat sudah pernah terjadi, termasuk di Indonesia. (iStockphoto/Md Saiful Islam Khan)
Bagikan:

Hantavirus telah menjadi perhatian setelah wabah yang berkaitan dengan kapal pesiar asal Belanda, MV Hondius, dilaporkan menyebabkan tiga orang meninggal dunia. Namun, hantavirus sebenarnya sudah lama dikenal dalam dunia medis, dan penelitiannya di Indonesia pun sudah ada sejak puluhan tahun lalu.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menjelaskan hantavirus sebagai kelompok virus zoonotik yang secara alami menginfeksi hewan pengerat seperti tikus dan sesekali dapat menular ke manusia. Infeksi pada manusia dapat menyebabkan penyakit serius, terutama gangguan pernapasan dan ginjal, tergantung jenis virusnya.

Review penelitian yang dipublikasikan di jurnal Viruses pada 2019 menyebut, riset hantavirus di Indonesia sebenarnya sudah dilakukan sejak 1984. Dalam rentang sekitar 35 tahun penelitian, para peneliti menemukan tanda paparan hantavirus pada hewan pengerat berkisar 0-34 persen, sedangkan pada manusia sekitar 0-13 persen.

Salah satu penelitian penting terkait hantavirus di Indonesia, pernah dipublikasikan Kosasih dan kolega pada 2011 di jurnal Vector-Borne and Zoonotic Diseases. Penelitian tersebut melaporkan adanya bukti infeksi Seoul virus pada manusia dan tikus di Jawa Barat. Seoul virus sendiri bukan virus berbeda dari hantavirus, melainkan salah satu jenis hantavirus yang umumnya dibawa tikus Rattus, termasuk tikus rumah dan tikus got yang banyak ditemukan di lingkungan perkotaan.

Kasus infeksi hantavirus pada manusia di Indonesia juga pernah dilaporkan lebih lanjut. Laporan kasus pada 2018 di jurnal Infectious Diseases of Poverty menjelaskan, adanya dua kasus terkonfirmasi Seoul virus pada manusia di Indonesia. Kedua pasien awalnya mengalami gejala mirip penyakit lain, seperti demam berdarah dan tifoid, mulai dari demam, mual, muntah, nyeri tubuh, hingga gangguan pada trombosit dan fungsi hati.

V

Penulis

Vina Maharani

Penulis di Jagad Info

Berita Terkait