Harga minyak Brent kini mendekati angka USD100 per barel, terpengaruh oleh ketegangan terbaru antara Iran dan Amerika Serikat. Lonjakan harga ini mencerminkan dampak dari situasi geopolitik yang semakin memanas di kawasan Timur Tengah.
Ketegangan ini dipicu oleh serangan terbaru yang dilakukan oleh Iran terhadap posisi-posisi militer AS di wilayah tersebut. Para analis mencatat bahwa ketidakpastian yang ditimbulkan oleh konflik ini dapat mengganggu pasokan minyak global, sehingga memicu lonjakan harga. "Pasar minyak sangat sensitif terhadap berita-berita seperti ini, dan ketegangan yang meningkat dapat menyebabkan lonjakan harga yang signifikan," ungkap seorang analis pasar.
Dengan situasi yang terus berkembang, para pelaku pasar akan terus memantau perkembangan lebih lanjut dari konflik ini. Lonjakan harga minyak ini berpotensi berdampak pada ekonomi global, terutama bagi negara-negara yang bergantung pada impor energi.