Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Asahimas Flat Glass Tbk (AMFG) baru-baru ini telah resmi melakukan perubahan pada jajaran komisaris dan direksi perusahaan. Selain itu, rapat ini juga menyetujui pembagian dividen kepada para pemegang saham.
Dalam keterbukaan informasi yang disampaikan kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), RUPST mengonfirmasi pengunduran diri Mampei Chiyoda dari posisi Presiden Direktur AMFG. Selain itu, beberapa direktur lainnya juga mengundurkan diri, termasuk Toru Itai, Takashi Nekoda, Kiichiro Yoshizawa, Teguh Ari Widodo, dan Bambang Widyawardhana. Pengunduran diri juga terjadi pada posisi komisaris, di mana Hiroyuki Otani juga mengundurkan diri dari jabatannya.
Setelah rapat, jajaran komisaris dan direksi yang baru langsung diumumkan. Dewan komisaris yang baru terdiri dari Kotaki Djauw sebagai Presiden Komisaris, Shigeki Yoshiba sebagai Wakil Presiden Komisaris, serta beberapa komisaris lainnya. Di sisi direksi, Toru Itai ditunjuk sebagai Presiden Direktur, dengan Mohamad Amien sebagai Wakil Presiden Direktur dan beberapa direktur lainnya.
RUPS juga menyetujui penggunaan laba perusahaan tahun buku 2025 sebesar Rp34,72 miliar untuk dibagikan sebagai dividen tunai kepada pemegang saham, yang setara dengan Rp80 per saham. Sisa laba akan dicatat sebagai laba ditahan untuk mendukung modal kerja perusahaan.
Dalam perdagangan saham pada tanggal 29 Juni 2026, saham AMFG menunjukkan tren positif dengan kenaikan 3,74 persen, mencapai level Rp3.050. Meskipun dalam sepekan terakhir saham ini masih mengalami kenaikan 0,99 persen, namun dalam jangka menengah hingga panjang, kinerja saham menunjukkan penurunan yang signifikan.
Secara bulanan, saham AMFG mengalami koreksi sebesar 2,56 persen, dan dalam tiga bulan terakhir turun 4,98 persen. Penurunan ini berlanjut dalam enam bulan terakhir dan secara year-to-date (YTD) yang masing-masing menunjukkan penurunan sebesar 10,03 persen. Dalam rentang satu tahun, harga saham AMFG telah turun 15,75 persen, dan jika dilihat dalam periode tiga tahun, penurunan mencapai 42,99 persen. Dalam lima tahun terakhir, saham ini melemah 14,80 persen, dan dalam sepuluh tahun terakhir mengalami penurunan hingga 55,64 persen.
Ke depan, perkembangan mengenai kinerja perusahaan dan langkah-langkah strategis yang diambil oleh manajemen baru akan terus dipantau oleh para pemegang saham dan investor.