Ekonomi

IHSG Diperkirakan Konsolidasi di Level 5.700, Analis Rekomendasikan Saham Tertentu

Jumat, 03 Juli 2026, 08:48 WIB 38 views 3 menit baca
IHSG masih didominasi oleh volume pembelian setelah menguat 0,87 persen ke level 5.744. (Foto: KabarBursa)
IHSG masih didominasi oleh volume pembelian setelah menguat 0,87 persen ke level 5.744. (Foto: KabarBursa)
Bagikan:

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan pada hari Kamis, 2 Juli 2026, dengan sedikit kenaikan, berada di level 5.744. Meskipun ditutup di zona positif, sejumlah analis memperkirakan bahwa pergerakan IHSG akan cenderung terbatas pada perdagangan hari Jumat, 3 Juli 2026.

MNC Sekuritas mengungkapkan bahwa IHSG masih didorong oleh volume pembelian meskipun hanya mengalami penguatan sebesar 0,87 persen. Dalam analisisnya, MNC Sekuritas menyatakan bahwa posisi IHSG saat ini mungkin masih berada dalam fase wave (b) dari wave [iv], yang menunjukkan potensi koreksi untuk menguji level antara 5.472 hingga 5.540. Namun, ada juga skenario alternatif yang menunjukkan bahwa IHSG dapat memasuki fase awal wave [v] dari wave 3, yang berpotensi melanjutkan tren penguatan jika momentum dapat dipertahankan.

Untuk perdagangan selanjutnya, MNC Sekuritas menetapkan level support IHSG di 5.486 dan 5.317, sementara level resistance diperkirakan berada pada kisaran 6.007 hingga 6.286. Phintraco Sekuritas juga menambahkan bahwa penguatan IHSG masih terhambat oleh pergerakan rata-rata bergerak lima hari (MA5) di sekitar level 5.760. Meskipun histogram MACD menunjukkan penguatan positif, indikator Stochastic RSI menunjukkan potensi terbentuknya death cross di area oversold. Berdasarkan analisis ini, Phintraco Sekuritas memperkirakan IHSG akan bergerak konsolidatif dalam rentang 5.700 hingga 5.800 pada perdagangan hari ini.

Selain analisis pergerakan IHSG, MNC Sekuritas juga memberikan beberapa rekomendasi saham untuk diperhatikan oleh investor. Saham PT Adaro Minerals Indonesia Tbk (ADMR) direkomendasikan dengan strategi buy on weakness, setelah mengalami koreksi ke level 1.380. MNC Sekuritas memperkirakan ADMR berada pada awal wave [c] dari wave B, dengan area pembelian yang disarankan antara 1.350 hingga 1.375 dan target harga di 1.495 serta 1.595, dengan stop loss di bawah 1.330.

Rekomendasi selanjutnya adalah PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) yang juga dianjurkan untuk buy on weakness. BRMS ditutup naik 1,68 persen ke level 484, dan MNC Sekuritas memperkirakan saham ini masih berada di bagian wave 5 dari wave (C). Investor disarankan untuk membeli di kisaran 398 hingga 456 dengan target harga 600 dan 725, serta stop loss di bawah 384.

Untuk PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU), MNC Sekuritas merekomendasikan trading buy setelah saham ini terkoreksi 5,41 persen ke level 5.250. MNC Sekuritas memperkirakan RATU saat ini berada di bagian wave (iii) dari wave [i] dari wave C, dengan area trading buy antara 5.075 hingga 5.225 dan target harga di 5.850 serta 6.175, serta stop loss di bawah 4.930.

Sementara itu, PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) justru dianjurkan untuk sell on strength setelah ditutup menguat 2,65 persen ke level 6.775. MNC Sekuritas menilai penguatan saham ini mulai memasuki akhir wave [a], sehingga ruang kenaikan dianggap terbatas dan berpotensi mengalami koreksi menuju area 6.425 hingga 6.550. Investor yang memiliki saham INDF disarankan untuk mencermati area sell on strength di kisaran 6.900 hingga 6.975.

Secara keseluruhan, MNC Sekuritas masih melihat adanya peluang penguatan IHSG, meskipun risiko koreksi teknikal tetap ada. Di sisi lain, Phintraco Sekuritas memperkirakan indeks akan bergerak dalam fase konsolidasi dengan rentang yang relatif terbatas pada perdagangan hari ini.

D

Penulis

Darma Yudhistira

Penulis di Jagad Info

Berita Terkait