Direktur PT Reliance Sekuritas, Reza Priyambada, mengungkapkan bahwa proyeksi pemulihan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akan dipengaruhi oleh efektivitas insentif untuk kendaraan listrik yang direncanakan pemerintah mulai Agustus 2026. Namun, hingga saat ini, pemerintah belum menetapkan skema insentif tersebut.
Reza menambahkan bahwa keputusan pemerintah mengenai insentif kendaraan listrik sangat penting untuk meningkatkan minat investasi dan memperkuat pasar saham. Selain itu, pengunduran diri Perry Warjiyo sebagai Gubernur Bank Indonesia juga dapat menimbulkan ketidakpastian baru di tengah tekanan nilai tukar rupiah yang mendekati Rp18.000 per dolar AS. Meski demikian, BRI melaporkan adanya peningkatan signifikan dalam volume transaksi QRIS yang tumbuh 76 persen menjadi Rp30,5 triliun pada triwulan pertama 2026, menunjukkan tren positif dalam transaksi digital.
Di sisi lain, Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengusulkan pembentukan Danantara Syariah Indonesia untuk mengonsolidasikan potensi ekonomi dan keuangan syariah nasional. Selain itu, harga mobil listrik bekas berusia satu hingga lima tahun juga mengalami kenaikan sebesar 7,4 persen menjadi USD33.305 pada Juni 2026, menandakan adanya permintaan yang meningkat di sektor ini.
Dengan berbagai faktor yang mempengaruhi, perkembangan selanjutnya terkait kebijakan insentif dan dampaknya terhadap IHSG akan terus dipantau oleh para analis dan investor.