Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan pelemahan pada pekan ini, sementara penjualan oleh investor asing mencapai Rp72,8 triliun sepanjang tahun 2026. Penurunan ini terjadi di tengah berbagai dinamika pasar yang mempengaruhi kinerja saham di Indonesia.
Pemerintah Indonesia menargetkan defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027 sebesar 2,4 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), yang lebih rendah dibandingkan proyeksi Bank Dunia sebesar 2,8 persen. Target pendapatan negara dalam RAPBN 2027 ditetapkan mencapai Rp3.426 triliun, dengan pertumbuhan sebesar 6,8 persen dibandingkan outlook 2026. Penerimaan perpajakan diharapkan menjadi pilar utama dalam mencapai target ini.
Selain itu, Indonesia juga menargetkan Bursa Mineral dan Komoditas Strategis untuk mulai beroperasi pada 1 Januari 2027. Asosiasi Pengusaha Indonesia (Kadin) menilai bahwa keberadaan bursa ini dapat memperkuat mekanisme penemuan harga dan meningkatkan transparansi dalam perdagangan komoditas.
Secara keseluruhan, meskipun IHSG mengalami penurunan, langkah-langkah pemerintah dalam mengelola anggaran dan memperkenalkan bursa baru diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi pasar keuangan di masa mendatang.