Ekonomi

IHSG Menguat Pekan Ini, Namun Nilai Transaksi Harian Menurun

Sabtu, 20 Juni 2026, 13:09 WIB 36 views 2 menit baca
Logo IDX di Main Hall Bursa Efek Indonesia (Foto: Kabarbursa.com/R. Fadli)
Logo IDX di Main Hall Bursa Efek Indonesia (Foto: Kabarbursa.com/R. Fadli)
Bagikan:

Bursa Efek Indonesia (BEI) melaporkan perkembangan perdagangan saham untuk periode 15-19 Juni 2026, di mana Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menunjukkan penguatan signifikan sebesar 2,82 persen. IHSG ditutup pada level 6.177,139, naik dari posisi 6.007,656 pada pekan sebelumnya.

Sekretaris Perusahaan BEI, Kautsar Primadi Nurahmad, menyampaikan bahwa kapitalisasi pasar BEI juga meningkat menjadi Rp10.788 triliun, mencatat kenaikan 2,51 persen dibandingkan dengan Rp10.524 triliun pada pekan lalu. Meskipun demikian, rata-rata nilai transaksi harian mengalami penurunan menjadi Rp24,81 triliun, berkurang 1,02 persen dari pekan sebelumnya yang mencapai Rp25,06 triliun.

Kautsar menambahkan bahwa rata-rata volume transaksi harian juga mengalami perubahan, turun sebesar 5,83 persen menjadi 34,03 miliar lembar saham dari 36,14 miliar lembar saham pada pekan lalu. Selain itu, frekuensi transaksi harian juga menurun sebesar 10,33 persen, dari 2,51 juta kali transaksi menjadi 2,25 juta kali transaksi.

Pada perdagangan terakhir pekan ini, IHSG berhasil menguat tipis sebesar 4,80 poin atau 0,08 persen, mencapai level 6.177,14. Total nilai transaksi pasar pada hari itu tercatat sebesar Rp24,62 triliun, dengan volume saham yang berpindah tangan sebanyak 28,30 miliar lembar. Kuatnya nilai transaksi di akhir pekan menunjukkan adanya pergerakan modal yang aktif dari para pelaku pasar ekuitas domestik.

Beberapa saham yang mencatatkan penguatan signifikan termasuk PT Sidomulyo Selaras Tbk (SDMU) yang melonjak 34,29 persen, serta PT Bank JTrust Tbk (BCIC) dan PT Mega Perintis Tbk (ZONE) yang masing-masing naik 25,00 persen. Saham PT Golden Eagle Energy Tbk (SMMT) juga mengalami kenaikan 20,79 persen, sementara PT Ekamas Mora Republik Tbk (MORA) meningkat 20,00 persen.

Akumulasi penguatan dari saham-saham tersebut memberikan dukungan yang kuat bagi indeks, meskipun terdapat potensi aksi ambil untung dari investor. Perkembangan ini menunjukkan dinamika yang menarik di pasar saham Indonesia.

A

Penulis

Agus Wigati

Penulis di Jagad Info

Berita Terkait