Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali bergerak di zona merah pada awal perdagangan hari ini, Jumat, 26 Juni 2026. Berdasarkan data dari Bursa Efek Indonesia (BEI) hingga pukul 09.33 WIB, IHSG tercatat berada di level 5.928,19 setelah sebelumnya menyentuh level tertinggi intraday 6.045,26 dan level terendah 5.928,19.
Pelemahan indeks ini terjadi di tengah aktivitas transaksi yang cukup ramai, dengan nilai transaksi di seluruh pasar mencapai Rp2,40 triliun. Volume perdagangan tercatat sebanyak 45,90 juta lot dan frekuensi transaksi mencapai 389,60 ribu kali. Di pasar reguler, nilai transaksi mencapai Rp2,39 triliun dengan volume 45,70 juta lot serta frekuensi 389,53 ribu kali.
Tekanan jual dari investor asing masih mendominasi, dengan nilai pembelian asing tercatat sebesar Rp5,74 triliun dan nilai penjualan mencapai Rp6,04 triliun. Hal ini mengakibatkan net foreign sell sebesar Rp299 miliar di seluruh pasar, dengan jual bersih asing di pasar reguler mencapai Rp201,10 miliar dan di pasar tunai serta negosiasi sebesar Rp97,90 miliar.
Mayoritas sektor saham juga mengalami penurunan, di mana sektor bahan baku mengalami penurunan terdalam sebesar 3,05 persen, diikuti oleh sektor infrastruktur yang turun 2,47 persen. Sektor industri melemah 2,13 persen, sementara sektor barang konsumsi siklikal dan energi masing-masing turun 2,09 persen dan 2,01 persen. Sektor keuangan menjadi satu-satunya sektor yang masih bertahan di zona hijau dengan kenaikan 0,95 persen.
Di antara saham-saham yang mencatatkan penguatan, PT Yupi Indo Jelly Gum Tbk (YUPI) memimpin dengan lonjakan 17,74 persen, diikuti oleh PT Ricky Putra Globalindo Tbk (RICY) yang naik 16,90 persen. Sementara itu, saham-saham yang mengalami penurunan terbesar dipimpin oleh PT Trimegah Karya Pratama Tbk (UVCR) yang turun 14,59 persen.
MNC Sekuritas dalam riset hariannya menyebutkan bahwa IHSG sebelumnya ditutup menguat 1,96 persen ke level 5.999, didukung oleh peningkatan volume pembelian. Namun, secara teknikal, IHSG diperkirakan masih berada dalam fase koreksi dan berpotensi menguji area 5.723 hingga 5.847. Dalam jangka pendek, indeks diperkirakan akan menguji level 6.060 hingga 6.120, dengan level support di 5.784 dan 5.594 serta resistance di 6.286 dan 6.459.