Ekonomi

IHSG Turun ke 6.101, RAJA, LEAD, dan BUVA Mengalami Kenaikan Signifikan

Selasa, 23 Juni 2026, 19:27 WIB 25 views 3 menit baca
IHSG dibuka di level 6.096,50 dan sempat bergerak naik hingga menyentuh 6.121,78. (Foto: KabarBursa)
IHSG dibuka di level 6.096,50 dan sempat bergerak naik hingga menyentuh 6.121,78. (Foto: KabarBursa)
Bagikan:

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup dengan penurunan sebesar 15,36 poin atau 0,25 persen, mencapai level 6.101,33 pada perdagangan hari Selasa, 23 Juni 2026. Sejak awal sesi, IHSG sudah mengalami tekanan jual, dibuka pada level 6.096,50 dan sempat mencapai 6.121,78 sebelum akhirnya berbalik arah dan menyentuh level terendah harian di 5.993,04.

Nilai transaksi pasar secara keseluruhan tercatat mencapai Rp32,63 triliun dengan frekuensi transaksi mencapai 1,78 juta kali. Meskipun aktivitas perdagangan tetap tinggi, arah pergerakan dana di pasar mulai terpecah antara saham-saham yang mengalami aksi ambil untung dan yang masih diminati oleh investor. Di sektor saham berkapitalisasi besar, sejumlah emiten yang biasanya menjadi penopang indeks mengalami tekanan, termasuk PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) yang turun 2,37 persen menjadi Rp4.120 per saham.

Saham BMRI bergerak dalam rentang Rp4.090 hingga Rp4.210 sepanjang hari dengan nilai transaksi lebih dari Rp1 triliun. Penurunan ini menarik perhatian karena sebelumnya saham perbankan besar menjadi pendorong pemulihan IHSG. Namun, setelah mengalami reli yang panjang, sebagian investor memilih untuk merealisasikan keuntungan sambil menunggu katalis baru dari sektor perbankan.

Tekanan lebih dalam juga dialami oleh saham PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) yang ditutup melemah 3,04 persen di level Rp2.870. Sementara itu, saham PT Sinergi Inti Plastindo Tbk (ESIP) mengalami penurunan signifikan, anjlok 6 persen ke level Rp141 setelah bergerak di rentang Rp137 hingga Rp156.

Di tengah penurunan IHSG, beberapa emiten justru mencatatkan performa yang mengesankan. Salah satunya adalah PT Bukit Uluwatu Villa Tbk (BUVA) yang melonjak 8,77 persen ke level Rp930, dengan nilai transaksi mencapai Rp241 miliar dan frekuensi transaksi lebih dari 35 ribu kali. Kenaikan ini menunjukkan bahwa investor mulai kembali melirik sektor pariwisata yang berpotensi mendapatkan manfaat dari peningkatan aktivitas ekonomi.

Selain itu, saham PT Raharja Energi Cepu Tbk (RAJA) mengalami kenaikan signifikan sebesar 11,23 persen ke level Rp4.160, dengan nilai transaksi sekitar Rp192,8 miliar dan lebih dari 20 ribu kali transaksi. Kenaikan ini menunjukkan adanya minat beli yang kuat dari pelaku pasar. Saham PT Logindo Samudramakmur Tbk (LEAD) juga mencatatkan performa yang impresif dengan kenaikan 33,71 persen ke level Rp119, setelah diperdagangkan hampir 4 juta lot dengan nilai transaksi lebih dari Rp43 miliar.

Pelemahan IHSG kali ini tidak sepenuhnya mencerminkan sentimen negatif, karena meskipun indeks turun, beberapa saham mampu mencatatkan kenaikan yang signifikan. Hal ini menunjukkan bahwa dana hanya berpindah dari satu sektor ke sektor lain. Dalam jangka pendek, pola ini berpotensi berlanjut, di mana saham-saham perbankan dan komoditas mungkin masih menghadapi tekanan, sementara sektor energi dan pariwisata berpotensi menjadi tujuan rotasi dana berikutnya.

Bagi investor, kondisi saat ini menjadi pengingat penting bahwa memahami arah IHSG saja tidak cukup. Dalam pasar yang semakin selektif, kemampuan untuk memilih saham yang tepat menjadi faktor penentu yang lebih signifikan dibandingkan sekadar mengikuti pergerakan indeks.

V

Penulis

Vina Maharani

Penulis di Jagad Info

Berita Terkait