KABARBURSA.COM – Pada pertengahan sesi perdagangan Kamis, 2 Juli 2026, aktivitas perdagangan investor asing menunjukkan kecenderungan seimbang. Data dari Stockbit Sekuritas mencatat total aksi beli asing mencapai Rp2,57 triliun, sementara aksi jual mencapai Rp2,56 triliun, menghasilkan net beli bersih yang relatif kecil sebesar Rp7,75 miliar di seluruh pasar.
Meskipun posisi beli bersih asing secara keseluruhan cenderung pasif, terdapat pergeseran modal yang signifikan di dalam kelompok saham perbankan berkapitalisasi besar. Investor asing terlihat melakukan penjualan besar-besaran pada satu emiten, namun segera mengalihkan dana tersebut ke dua saham bank besar lainnya pada sesi pertama.
Data transaksi asing hingga paruh pertama hari ini menunjukkan bahwa PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) menjadi fokus utama penjualan oleh investor luar negeri. Saham BBRI mencatatkan nilai penjualan bersih sebesar Rp175,54 miliar, dengan volume perdagangan mencapai 65,08 juta lembar saham. Sebaliknya, arus modal yang keluar dari BBRI langsung dialihkan ke saham perbankan lainnya.
PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) mencatatkan nilai beli bersih tertinggi dari investor asing sebesar Rp125,92 miliar, dengan volume transaksi mencapai 21,78 juta lembar saham. Selain itu, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) juga mengalami akumulasi saham oleh investor asing, dengan nilai beli bersih sebesar Rp74,31 miliar dan total volume perdagangan 18,97 juta lembar saham.
Di luar sektor perbankan, saham non-bank yang juga menarik perhatian investor asing antara lain PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) dengan net beli Rp54,80 miliar dan PT Barito Pacific Tbk (BRPT) sebesar Rp39,70 miliar. Di sisi lain, PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) menempati posisi kedua dalam daftar penjualan asing terbesar setelah BBRI dengan nilai penjualan sebesar Rp35,30 miliar.
Dengan adanya pergeseran ini, perkembangan lebih lanjut mengenai aktivitas perdagangan saham di sektor perbankan dan dampaknya terhadap pasar akan terus dipantau.