Wakil Gubernur Jakarta Rano Karno baru-baru ini menegaskan bahwa Jakarta harus menjadi kota yang menjamin kebebasan masyarakat untuk berkumpul, berpendapat, dan berdiskusi tanpa rasa takut. Menurutnya, ruang-ruang publik harus tetap terbuka sebagai wadah untuk bertukar gagasan secara ilmiah dan kritis.
Rano Karno menekankan bahwa Pemerintah Provinsi Jakarta di bawah kepemimpinan Gubernur Pramono Anung berkomitmen untuk menjaga kebebasan tersebut. Ia mencontohkan Taman Ismail Marzuki dan kampus-kampus sebagai tempat yang harus selalu terbuka bagi forum-forum diskusi ilmiah dan kritis. "Taman Ismail Marzuki, kampus-kampus, serta ruang publik lainnya harus selalu terbuka bagi forum-forum diskusi ilmiah dan kritis," tambah Rano.
Menurut Rano, setiap kebijakan Pemerintah Provinsi Jakarta disusun dengan berpijak pada nilai-nilai yang hidup di masyarakat. Ia menekankan bahwa arah pembangunan harus mampu mengakomodasi kebutuhan warga, mulai dari akses pendidikan, lapangan pekerjaan, hingga hunian yang layak. Dengan demikian, Jakarta diharapkan dapat menjadi kota yang mendukung kebebasan berdiskusi dan berkumpul tanpa rasa takut, serta memenuhi kebutuhan dasar warganya.