Pemerintah Indonesia menargetkan defisit dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027 sebesar 2,4 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB), yang lebih rendah dibandingkan dengan proyeksi Bank Dunia yang mencapai 2,8 persen. Selain itu, pendapatan negara dalam RAPBN 2027 ditargetkan mencapai Rp3.426 triliun, dengan pertumbuhan sebesar 6,8 persen dibandingkan outlook tahun 2026.
Bursa Mineral dan Komoditas Strategis direncanakan mulai beroperasi pada 1 Januari 2027. Kamar Dagang dan Industri (Kadin) menilai bahwa bursa ini dapat memperkuat mekanisme penemuan harga dan meningkatkan transparansi di pasar. Presiden Prabowo Subianto juga menargetkan pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 6 persen pada tahun 2027, didukung oleh belanja negara sebesar Rp4.097,2 triliun.
Dalam konteks ini, BRI telah menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp103,81 triliun kepada sekitar 2 juta debitur hingga akhir Juni 2026, dengan sektor pertanian menjadi penerima terbesar, menyerap 42,68 persen dari total KUR. Selain itu, PT Superior Prima Sukses Tbk (BLES) melaporkan laba bersih sebesar Rp147 miliar pada semester I-2026, meningkat signifikan dibandingkan Rp8 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Dengan berbagai target dan program yang dicanangkan, pemerintah berharap dapat mencapai stabilitas ekonomi dan memperkuat sektor-sektor strategis menjelang 2027.