Ekonomi

Kejutan dari Ritel Sepekan, Peta Borongan XL Mampu Saingi Asing

Minggu, 21 Juni 2026, 16:16 WIB 20 views 3 menit baca
Perubahan peta kekuatan pelaku pasar modal terjadi sepanjang periode perdagangan 15–19 Juni 2026. (Foto: Dok. Kabarbursa.com)
Perubahan peta kekuatan pelaku pasar modal terjadi sepanjang periode perdagangan 15–19 Juni 2026. (Foto: Dok. Kabarbursa.com)
Bagikan:

KABARBURSA.COM – Selama periode perdagangan 15 hingga 19 Juni 2026, terjadi perubahan signifikan dalam peta kekuatan pelaku pasar modal. Data dari Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan bahwa Stockbit Sekuritas Digital (XL) berhasil masuk ke dalam lima besar broker dengan nilai transaksi bruto terbesar, menjadi satu-satunya broker domestik yang bersaing dengan perusahaan sekuritas yang didominasi oleh entitas asing.

Menurut data BEI, total nilai transaksi bruto di seluruh pasar selama periode tersebut mencapai Rp175,21 triliun, di mana 51,48 persen atau setara dengan Rp90,2 triliun terakumulasi pada lima broker teratas. Lima broker tersebut adalah UBS Sekuritas Indonesia (AK), XL, Mandiri Sekuritas (CC), Maybank Sekuritas Indonesia (ZP), dan J.P. Morgan Sekuritas Indonesia (BK). XL mencatatkan total nilai transaksi bruto sebesar Rp19,6 triliun, didorong oleh aktivitas beli yang signifikan.

Selama periode yang sama, XL mencatatkan nilai beli sebesar Rp10,2 triliun, mencerminkan tingkat partisipasi investor yang tinggi dalam ekosistem perdagangan saham berkapitalisasi besar. Sementara itu, nilai jual XL mencapai Rp9,4 triliun, sehingga total nilai transaksi bruto mencapai Rp19,6 triliun. Rincian transaksi pada lima broker teratas menunjukkan bahwa AK membukukan total transaksi Rp26,1 triliun, CC Rp19,6 triliun, ZP Rp15,6 triliun, dan BK Rp9,3 triliun.

Data perdagangan juga mencatat aktivitas beli XL pada saham PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) senilai Rp133,6 miliar dan saham PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) senilai Rp125,3 miliar. Aktivitas ini merupakan bagian dari total nilai beli Rp10,2 triliun yang dilakukan oleh XL sepanjang pekan tersebut.

Secara keseluruhan, pasar saham Indonesia selama periode tersebut mencatatkan nilai beli investor domestik sebesar Rp51,23 triliun dan nilai jual sebesar Rp46,10 triliun, menghasilkan posisi beli bersih (net buy) sebesar Rp5,13 triliun. Investor asing mencatatkan nilai beli sebesar Rp36,37 triliun dan nilai jual sebesar Rp40,84 triliun, dengan posisi jual bersih (net sell) sebesar Rp4,47 triliun. Proporsi transaksi investor domestik mencapai 55,93 persen, sementara investor asing berkontribusi 44,07 persen terhadap total nilai transaksi.

Dalam hal nilai beli kelompok broker asing di lima besar, AK, CC, ZP, dan BK secara akumulatif mencatatkan nilai beli sebesar Rp32 triliun. Sementara itu, nilai beli XL yang mencapai Rp10,2 triliun menunjukkan porsi yang setara dengan sepertiga dari total nilai beli akumulatif keempat broker asing tersebut. Data ini tercatat dalam laporan mingguan BEI yang memuat detail transaksi harian anggota bursa.

Setiap transaksi yang dilakukan melalui sistem perdagangan BEI mencatat volume lembar saham, frekuensi transaksi, dan harga rata-rata. Laporan ini mencakup seluruh aktivitas di pasar reguler dan pasar negosiasi. Basis data BEI mendokumentasikan setiap perpindahan kepemilikan saham yang terjadi melalui mekanisme kliring dan penyelesaian transaksi, merekam seluruh detail transaksi secara otomatis setiap kali order jual dan beli tercatat.

Seluruh data transaksi, termasuk posisi XL dalam lima besar, didasarkan pada laporan resmi BEI untuk periode 15 hingga 19 Juni 2026. Hingga penutupan perdagangan pada 19 Juni 2026, nilai transaksi bruto yang dihimpun dari lima broker tersebut tetap menjadi acuan dalam memantau distribusi perdagangan di pasar modal. Setiap anggota bursa secara rutin menyampaikan laporan transaksi harian kepada otoritas bursa sebagai bagian dari kepatuhan terhadap regulasi perdagangan saham di Indonesia.

A

Penulis

Ananta Prana

Penulis di Jagad Info

Berita Terkait