Pemerhati Pendidikan Itje Chodidjah mengomentari ricuhnya pengambilan antrean pengaduan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Kota Depok 2026 di Kantor Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Depok, Jawa Barat. Menurut Itje, adanya antrean pengaduan itu menandakan adanya kekacauan administrasi dalam pelaksanaan SPMB Kota Depok 2026.
Itje juga menilai, hal ini terjadi salah satunya karena banyaknya orang yang merasa terugikan dalam pelaksanaan SPMB Kota Depok sehingga perlu melakukan pengaduan ke kantor Disdik. Persoalan administrasi berbau konflik kepentingan di SPMB Antara lain dirugikan karena ada pihak di SPMB Kota Depok yang mungkin lebih mendahulukan pihak lainnya yang lebih berkuasa sehingga membuat para wali mengadukan permasalannya ke Disdik.
Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Depok Wahid Suryono menjelaskan alasan orangtua siswa berbondong-bondong mendatangi posko aduan SPMB di Kantor Dinas Pendidikan (Disdik) Depok, Jawa Barat. Menurut Wahid, banyak orangtua datang ke posko layanan karena mengalami kendala saat proses pendaftaran. Masalah yang paling sering ditemui adalah kesalahan titik koordinat rumah dan perubahan data Kartu Keluarga (KK).
Wahid menegaskan sistem pendaftaran SPMB tidak mengalami gangguan. Menurut dia, aplikasi berjalan normal sejak hari pertama dibuka. Meskipun demikian, kekacauan administrasi pada SPMB Kota Depok 2026 masih menjadi perhatian yang serius dan perlu ditangani dengan baik untuk memastikan proses pendaftaran berjalan lancar dan adil.