Ekonomi

--- Kondisi Bursa Saham Mengkhawatirkan, IHSG Turun 4,55 Persen dalam Sepekan ---

Sabtu, 27 Juni 2026, 11:09 WIB 38 views 2 menit baca
Ilustrasi aktivitas di papan pantau saham Bursa Efek Infonesia (BEI). Foto: dok KabarBursa.com
Ilustrasi aktivitas di papan pantau saham Bursa Efek Infonesia (BEI). Foto: dok KabarBursa.com
Bagikan:
---TITLEEXCERPT--- Bursa Efek Indonesia mencatat penurunan signifikan pada Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sebesar 4,55 persen dalam sepekan terakhir, menandakan kondisi pasar yang lesu. ---CONTENT---

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) melaporkan bahwa selama periode 22-26 Juni 2026, perdagangan saham berakhir di zona negatif. Sekretaris Perusahaan BEI, Kautsar Primadi Nurahmad, menyatakan bahwa Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan drastis sebesar 4,55 persen, yang membuatnya ditutup pada level 5.896,134, turun dari posisi 6.177,139 pada pekan sebelumnya.

Selama periode yang sama, kapitalisasi pasar juga menunjukkan penurunan sebesar 4,51 persen, menjadi Rp10.302 triliun dari Rp10.788 triliun. Rata-rata frekuensi transaksi harian selama pekan ini tercatat sebanyak 1,73 juta kali, menurun 22,95 persen dibandingkan dengan 2,24 juta kali transaksi pada pekan lalu. Kautsar menambahkan bahwa rata-rata volume transaksi harian mengalami penurunan sebesar 26,01 persen, menjadi 25,18 miliar lembar saham dari 34,03 miliar pada pekan sebelumnya.

Nilai transaksi harian juga mengalami penurunan, yaitu sebesar 29,13 persen menjadi Rp17,58 triliun dari Rp24,80 triliun pada pekan lalu. Pada perdagangan terakhir, Jumat, 26 Juni 2026, IHSG ditutup melemah 1,72 persen atau turun 102 poin ke level 5.896. Sebagian besar sektor saham ditutup di zona merah, dengan sektor keuangan menjadi satu-satunya yang mencatatkan kenaikan tipis sebesar 0,03 persen. Sektor basic industri mengalami penurunan terbesar, merosot hingga 5,00 persen, diikuti oleh sektor industri yang turun 4,23 persen dan sektor cyclical yang terkoreksi 2,96 persen.

Sektor energi juga mencatat penurunan signifikan sebesar 2,62 persen, sementara sektor teknologi melemah 2,51 persen, transportasi turun 2,42 persen, dan infrastruktur terkoreksi 2,40 persen. Sektor properti mengalami penurunan 1,94 persen, non-cyclical melemah 1,26 persen, serta sektor kesehatan yang terkoreksi 0,82 persen. Investor asing pada hari terakhir perdagangan mencatatkan nilai jual bersih sebesar Rp537,25 miliar, dengan total nilai jual bersih sepanjang tahun 2026 mencapai Rp71,681 triliun.

A

Penulis

Ananta Prana

Penulis di Jagad Info

Berita Terkait