PT Daya Intiguna Yasa Tbk (MDIY) melaporkan pertumbuhan laba sebesar 35,5 persen, dengan tetap mempertahankan strategi harga yang kompetitif. Langkah ini diambil meskipun terdapat kenaikan biaya bahan baku yang disebabkan oleh tingginya harga minyak dan pelemahan nilai tukar rupiah.
Perusahaan ritel ini berpendapat bahwa menjaga harga tetap terjangkau dapat mendukung pertumbuhan penjualan serta mempertahankan daya saing di industri ritel. Selain itu, MDIY juga memperluas variasi produk dan meningkatkan proporsi produk dengan merek sendiri (in-house brand) untuk memenuhi kebutuhan konsumen yang terus berubah dan memperkuat diferensiasi produk di pasar yang semakin kompetitif.
Analis MNC Sekuritas, Catherine Florencia, menyatakan bahwa pengembangan in-house brand merupakan strategi yang efektif bagi pelaku ritel modern. Kepemilikan merek sendiri memberikan perusahaan lebih banyak keleluasaan dalam pengelolaan harga, biaya produksi, dan kualitas produk. Catherine menambahkan bahwa pengembangan in-house brand memungkinkan MDIY untuk memiliki kontrol yang lebih baik terhadap aspek-aspek tersebut, sehingga dapat menjaga volume penjualan dan mempertahankan harga yang kompetitif dibandingkan pesaing.
Catherine juga menjelaskan bahwa kombinasi antara strategi harga dan pengelolaan produk berdampak positif terhadap kualitas laba perusahaan. Hal ini terlihat dari perbaikan arus kas operasional yang didorong oleh percepatan perputaran persediaan barang. Pada kuartal I 2026, inventory turnover days MDIY membaik menjadi 188 hari, dibandingkan dengan 224 hari pada periode sebelumnya, menunjukkan bahwa barang bergerak lebih cepat di jaringan toko.
MDIY mencatatkan pendapatan sebesar Rp2,4 triliun pada kuartal I 2026, meningkat 31 persen dibandingkan tahun lalu. Dari sisi operasional, EBITDA naik 28,4 persen menjadi Rp728 miliar, sedangkan laba bersih tumbuh 35,5 persen menjadi Rp307 miliar. Capaian ini menunjukkan bahwa pertumbuhan perusahaan tidak hanya berasal dari peningkatan penjualan, tetapi juga didukung oleh profitabilitas dan kemampuan menghasilkan arus kas yang baik.
Dengan strategi harga yang kompetitif, penguatan portofolio produk, dan pengembangan in-house brand, MDIY berhasil mempertahankan posisi bersaing di industri ritel modern, meskipun masih menghadapi tekanan biaya akibat kondisi ekonomi dan pelemahan nilai tukar rupiah.