Masa kehamilan merupakan periode yang penuh dengan perubahan pada tubuh, mulai dari mual, kelelahan, hingga perubahan emosi. Meskipun sebagian besar keluhan ini tergolong normal, ibu hamil harus tetap waspada terhadap tanda-tanda tertentu yang bisa mengindikasikan adanya komplikasi serius.
Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi Eka Hospital PIK, dr. Krisantus Desiderius Jebada, Sp.OG, mengingatkan bahwa tidak semua keluhan selama kehamilan bisa dianggap sebagai bagian dari proses adaptasi tubuh. "Keluhan seperti mual memang umum terjadi, tetapi jika berlebihan atau disertai gejala lain, itu bisa menjadi tanda adanya komplikasi," jelasnya.
Gejala yang menjadi tanda bahaya antara lain perdarahan, nyeri perut hebat, atau muntah terus-menerus hingga tidak bisa makan dan minum. Selain itu, demam tinggi, pusing berat, keluarnya cairan atau jaringan abnormal dari vagina, sakit kepala hebat, hingga gejala kehamilan yang mendadak menghilang juga perlu diwaspadai.
Menurut dr. Krisantus, perubahan tersebut bisa menjadi sinyal adanya kondisi serius yang membutuhkan evaluasi medis lebih lanjut. Komplikasi yang sering terjadi di awal kehamilan antara lain hiperemesis gravidarum, keguguran, dan kehamilan ektopik.
Pemeriksaan kehamilan secara rutin sangat penting untuk meminimalkan risiko komplikasi. Dengan pemeriksaan rutin, komplikasi bisa dideteksi lebih awal sehingga penanganannya juga bisa lebih cepat. Ibu hamil juga perlu menjaga pola hidup sehat selama masa kehamilan, seperti mengonsumsi makanan bergizi seimbang, mencukupi waktu istirahat, serta menghindari stres berlebih.