Di tengah persaingan kerja yang semakin ketat, lulusan baru perlu mempersiapkan diri dengan kombinasi kemampuan akademik, keterampilan praktis, serta sertifikasi yang relevan agar memiliki peluang lebih besar untuk memasuki dunia profesional.
Mentor karier sekaligus founder Qualifin.id, Muhammad Ghithrif Gustomo Putra, menjelaskan bahwa indeks prestasi kumulatif (IPK) masih menjadi salah satu aspek yang diperhatikan dalam proses rekrutmen, namun bukan lagi satu-satunya penentu apakah seorang kandidat akan dilirik oleh perusahaan.
Menurut Ghithrif, lulusan baru perlu memiliki nilai tambah yang dapat membedakan dirinya dari pelamar lain. Salah satu aspek yang kini semakin banyak diperhatikan oleh perusahaan adalah kepemilikan sertifikasi profesional, yang dianggap sebagai bukti bahwa seseorang telah mempelajari keterampilan tertentu dan memiliki kompetensi yang sesuai dengan bidang yang diminati.
Sertifikasi dapat menjadi pembeda penting di antara para pelamar yang memiliki latar belakang pendidikan serupa. Ghithrif mengungkap, sertifikasi dapat membantu perusahaan menilai kesiapan kandidat dan memperlihatkan keseriusan seseorang dalam membangun karier di bidang tertentu.
Namun, Ghithrif juga mengingatkan bahwa lulusan baru tidak perlu mengikuti semua pelatihan yang tersedia. Langkah yang lebih penting adalah menentukan arah karier terlebih dahulu agar sertifikasi yang diambil benar-benar relevan dengan kebutuhan pekerjaan.