JAKARTA, iNews.id - Setiap menjelang Lebaran, dapur rumah Salmi menjadi lebih aktif dari biasanya. Ibunya akan mulai memanggang kacang dan melapisinya dengan cokelat untuk dijadikan camilan. Salmi awalnya tidak menyangka bahwa resep tersebut akan mengubah hidupnya. Kacang cokelat yang dulunya hanya hidangan khas hari raya kini menjadi peluang bisnis.
"Setiap tahun hanya membuat kacang cokelat sekali. Karena autentik dan dibuat sendiri, kami berpikir, kenapa tidak dijual saja," ungkap Salmi saat diwawancarai oleh iNews.id pada Selasa (23/6/2026).
Setelah kehilangan pekerjaan pada tahun 2018 dan mengalami masa menganggur, Salmi memutuskan untuk menghidupkan kembali resep tersebut. Dari dapur rumahnya yang terletak di Palmerah, Jakarta Barat, lahirlah Cangcomak, singkatan dari Kacang Cokelat Emak, pada tahun 2020. Salmi menawarkan tiga varian kacang, yaitu kacang tanah, almond, dan kacang mede, dengan harga mulai dari Rp8.000 untuk kemasan ekonomis hingga Rp30.000 untuk kemasan besar.
Dengan semangat dan inovasi, Salmi bertekad untuk membawa produknya ke pasar yang lebih luas, termasuk pasar global. Cangcomak kini tidak hanya menjadi camilan khas Lebaran, tetapi juga simbol dari keberanian dan kreativitas seorang pengusaha muda.
Ke depannya, Salmi berharap dapat terus mengembangkan usahanya dan menjalin kerjasama dengan berbagai pihak, termasuk lembaga keuangan seperti BRI, untuk mewujudkan impiannya.