Saham PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) kembali menjadi sorotan di pasar saham. Setelah mengalami penurunan yang cukup lama, saham perusahaan barang konsumen ini menunjukkan tanda-tanda pemulihan. Pada perdagangan terakhir yang berlangsung pada 12 Juni 2026, UNVR ditutup dengan kenaikan 1,83 persen di level 1.665, dengan nilai transaksi mencapai Rp46,97 miliar dan volume perdagangan sebesar 283,46 ribu lot. Kenaikan ini melanjutkan tren positif yang telah terlihat dalam beberapa hari terakhir.
Kenaikan harga saham ini didorong oleh masuknya aliran dana dari investor asing. Pada 12 Juni 2026, investor asing mencatatkan net sell sebesar Rp5,83 miliar, namun sehari sebelumnya, mereka berhasil mencatatkan net buy sebesar Rp366,69 juta. Pada 10 Juni, dana asing yang masuk mencapai Rp8,85 miliar, dan pada 8 Juni tercatat pembelian bersih sekitar Rp94,58 juta. Dalam lima hari perdagangan terakhir, total akumulasi dana asing yang masuk mencapai sekitar Rp9,41 miliar. Meskipun jumlah ini belum sepenuhnya menutupi aksi jual besar-besaran yang terjadi pada awal Juni, hal ini menunjukkan bahwa investor institusi mulai memperhatikan saham defensif di tengah fluktuasi pasar.
UNVR dikenal sebagai saham dengan karakter dividen yang kuat, sehingga menjelang pembagian dividen, investor cenderung melakukan akumulasi untuk mendapatkan hak atas pembagian laba perusahaan. Dari sisi teknikal, kondisi saham juga menunjukkan perbaikan. Harga berhasil naik dari level 1.570 ke 1.665 dalam waktu yang relatif singkat, dengan volume pembelian yang mendominasi transaksi harian. Analisis Elliott Wave memperkirakan bahwa saat ini UNVR berada pada bagian wave [v] dari wave C dari wave (B), yang menunjukkan bahwa peluang kenaikan lebih lanjut masih terbuka, asalkan momentum beli tetap terjaga.
Namun, sebagian besar indikator teknikal masih belum memberikan sinyal bullish yang kuat. Data Moving Average menunjukkan bahwa harga saat ini masih berada di bawah semua rata-rata pergerakan utama, termasuk MA5, MA10, MA20, MA50, dan MA200. Indikator ringkasan bahkan menunjukkan status "Sangat Jual", dengan 12 indikator moving average berada pada posisi jual. Indikator RSI berada di level 41,40, menunjukkan bahwa meskipun momentum mulai membaik, belum ada sinyal bullish yang kuat. Indikator lainnya seperti MACD masih berada di wilayah negatif, sementara ADX, Williams %R, CCI, dan Highs/Lows juga memberikan rekomendasi jual. Namun, terdapat sedikit optimisme dari indikator Stochastic RSI dan Ultimate Oscillator yang mulai menunjukkan sinyal beli, menandakan bahwa tekanan jual mungkin mulai berkurang.
Mengenai potensi penyesuaian harga setelah pembagian dividen, secara teori, harga saham akan mengalami penyesuaian sesuai dengan nilai dividen yang dibagikan pada tanggal ex dividen. Penurunan harga ini adalah mekanisme normal karena hak atas dividen tidak lagi melekat pada saham yang diperdagangkan. Namun, dalam praktiknya, besarnya penyesuaian sangat bergantung pada sentimen pasar. Jika minat beli tetap tinggi dan investor menilai valuasi UNVR masih menarik, harga dapat dengan cepat menutup penurunan tersebut atau bahkan melanjutkan penguatan. Sebaliknya, jika tekanan jual meningkat setelah investor mengamankan dividen, maka kemungkinan koreksi lanjutan bisa terjadi.
Strategi perdagangan yang lebih menarik saat ini adalah menunggu peluang akumulasi daripada mengejar harga di area penguatan. Zona Buy on Weakness berada di kisaran 1.380 hingga 1.500, yang merupakan area support penting jika terjadi koreksi pasca pembagian dividen. Target jangka menengah masih berada di 1.780 sebagai resistance pertama dan 2.020 sebagai target lanjutan jika tren pemulihan berlanjut. Sementara itu, batas pengamanan risiko berada di bawah 1.340. Jika level tersebut ditembus, maka skenario pemulihan jangka menengah berpotensi gagal, sehingga investor disarankan untuk lebih berhati-hati.
UNVR saat ini menikmati sentimen positif menjelang pembagian dividen. Akumulasi dana asing dalam beberapa hari terakhir mencapai sekitar Rp9,41 miliar, dengan volume pembelian yang masih dominan dan struktur wave yang menunjukkan peluang kenaikan masih terbuka. Jika penyesuaian harga pasca dividen berlangsung normal dan area support mampu bertahan, UNVR memiliki peluang untuk melanjutkan pemulihan menuju 1.780 hingga 2.020 dalam beberapa pekan mendatang.