Presiden ke-6 Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), yang juga merupakan tokoh sentral dalam reformasi internal ABRI, baru-baru ini mengingatkan agar aparat TNI tidak melupakan jati diri mereka. Dalam kunjungannya ke markas besar TNI, SBY menekankan pentingnya netralitas TNI dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya sebagai aparat negara.
Menurut SBY, TNI harus tetap netral dan tidak terlibat dalam politik praktis. "TNI harus menjaga jati dirinya sebagai aparat negara yang profesional dan netral," kata SBY. Ia juga menekankan bahwa TNI harus fokus pada tugas dan tanggung jawabnya dalam menjaga keamanan dan keselamatan negara, serta tidak terpengaruh oleh kepentingan politik.
SBY juga mengingatkan bahwa TNI telah berhasil melewati proses reformasi internal yang panjang dan sulit, dan kini telah menjadi salah satu institusi yang paling dipercaya oleh masyarakat. "TNI telah menunjukkan kemampuan dan profesionalismenya dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya," kata SBY. Namun, ia juga menekankan bahwa TNI harus terus meningkatkan kemampuan dan profesionalismenya untuk menjawab tantangan dan kebutuhan masyarakat yang terus berkembang.
Ketika ditanya tentang bagaimana TNI dapat menjaga netralitasnya dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya, SBY menjawab, "TNI harus memiliki komitmen yang kuat untuk menjaga netralitasnya. TNI juga harus memiliki kemampuan untuk membedakan antara tugas dan tanggung jawabnya sebagai aparat negara dengan kepentingan politik." Ia juga menekankan bahwa TNI harus memiliki mekanisme yang efektif untuk mencegah keterlibatan aparat dalam politik praktis.
Menurut SBY, pentingnya netralitas TNI tidak hanya bagi keamanan dan keselamatan negara, tetapi juga bagi demokrasi dan stabilitas politik di Indonesia. "Netralitas TNI adalah salah satu pilar demokrasi yang paling penting," kata SBY. Ia juga menekankan bahwa TNI harus terus bekerja sama dengan institusi lainnya untuk menjaga keamanan dan keselamatan negara, serta untuk mempromosikan demokrasi dan stabilitas politik.
Dalam penutup, SBY mengajak semua pihak untuk mendukung TNI dalam menjaga netralitasnya dan menjalankan tugas dan tanggung jawabnya sebagai aparat negara. "Kita semua harus mendukung TNI dalam menjaga netralitasnya dan menjalankan tugas dan tanggung jawabnya," kata SBY. Dengan demikian, diharapkan TNI dapat terus menjaga keamanan dan keselamatan negara, serta mempromosikan demokrasi dan stabilitas politik di Indonesia.