NIM BSI (BRIS) mengalami penurunan sebesar 31 basis poin pada kuartal kedua tahun 2026. Meskipun demikian, sektor bisnis emas berhasil mencatatkan pertumbuhan yang mengesankan, mencapai 81 persen. Penurunan ini menunjukkan tantangan yang dihadapi oleh bank dalam mempertahankan margin keuntungan di tengah kondisi pasar yang berfluktuasi.
Menurut laporan yang dirilis, penurunan NIM dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk persaingan yang ketat di sektor perbankan dan perubahan kebijakan suku bunga. Di sisi lain, pertumbuhan bisnis emas dipicu oleh meningkatnya minat masyarakat terhadap investasi emas sebagai alternatif yang lebih aman. Hal ini terlihat dari banyaknya transaksi yang terjadi di pasar emas, yang menunjukkan bahwa masyarakat semakin percaya pada instrumen investasi ini.
Dengan adanya pertumbuhan yang signifikan pada sektor emas, bank diharapkan dapat memanfaatkan momentum ini untuk memperbaiki kinerja keuangan mereka. Ke depan, perhatian akan difokuskan pada strategi yang dapat diimplementasikan untuk meningkatkan NIM dan mempertahankan pertumbuhan di sektor-sektor yang menjanjikan.