Nasional

Pandangan Gibran tentang Teknologi AI dan Robotika Dinilai Tepat

Senin, 08 Juni 2026, 18:58 WIB 12 views 2 menit baca
Pandangan Gibran soal Teknologi AI dan Robotika Dinilai Sudah Tepat
Pandangan Gibran soal Teknologi AI dan Robotika Dinilai Sudah Tepat
Bagikan:

Wakil Presiden Gibran Rakabuming mengemukakan pentingnya teknologi Artificial Intelligence (AI) dan pengajaran coding sejak sekolah dasar, yang dinilai sebagai langkah yang tepat. Menurut Ananta Agung Junaedy, Ketua Umum Jaringan Relawan Pendukung Gibran Rakabuming (GIBRANKU), teknologi AI bukan sekadar tren, melainkan tantangan nyata bagi masyarakat, terutama dalam konteks pasar tenaga kerja.

Agung menjelaskan bahwa pernyataan Gibran yang viral, bahwa AI tidak akan menggantikan manusia tetapi orang yang memanfaatkan AI akan mengalahkan yang tidak, merupakan pandangan yang akurat. “Wapres sebenarnya sedang menantang kita semua untuk memilih, mau jadi penonton yang ketakutan, atau menjadi pengendali kemudi?” ujarnya di Jakarta pada hari Senin.

Dia menekankan bahwa untuk memahami urgensi Gibran dalam mempromosikan AI, sumber daya manusia (SDM) Indonesia perlu melihat peta persaingan global saat ini. “Dulu, sebuah negara dianggap kuat jika memiliki sumber daya alam yang melimpah. Namun, saat ini, kekuatan suatu negara ditentukan oleh kemampuan mengelola data dan teknologi,” tambahnya.

Agung juga mencatat bahwa Indonesia merupakan pasar digital terbesar di Asia Tenggara, namun selama ini lebih banyak berperan sebagai konsumen daripada produsen. “Kita sering membeli aplikasi dari luar negeri dan menyetor data kita ke server mereka,” jelasnya. Oleh karena itu, fokus Gibran pada AI harus dipahami sebagai upaya untuk memulai langkah awal dalam menciptakan nilai tambah bagi generasi muda.

Dia menegaskan bahwa gagasan Gibran untuk mengajarkan coding dan pengenalan AI di sekolah dasar sering disalahpahami. “Banyak yang berkomentar bahwa anak SD tidak seharusnya menjadi ‘kuli ketik’ kode komputer. Padahal, inti dari kebijakan ini adalah melatih anak-anak untuk berpikir kritis dan logis, serta mengembangkan kemampuan problem solving,” ungkap Agung.

Lebih lanjut, Agung menyoroti bahwa visi Gibran mengenai AI tidak hanya berfokus pada siswa di sekolah atau perusahaan besar di ibu kota, tetapi juga mencakup pelatihan AI bagi pelaku UMKM, pelajar, dan santri di pesantren. “Inilah pentingnya pemerataan dalam pendidikan teknologi,” tutupnya.

D

Penulis

Darma Yudhistira

Penulis di Jagad Info

Sumber: jpnn.com jpnn.com

Berita Terkait