JAKARTA, iNews.id — Exchange Traded Fund (ETF) Emas resmi diluncurkan pada Senin (10/8/2026), bertepatan dengan peringatan ke-49 tahun diaktifkannya kembali Pasar Modal Indonesia. Peluncuran ini menandai pencatatan dan perdagangan resmi ETF Emas di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Acara peluncuran dihadiri oleh sejumlah pejabat penting, termasuk Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI, Airlangga Hartarto, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan, Friderica Widyasari Dewi, serta Wakil Menteri Keuangan RI, Juda Agung. Selain itu, Direktur Utama PT Pegadaian (Persero), Damar Latri Setiawan, dan perwakilan dari BEI, manajer investasi, dan asosiasi terkait juga turut menyaksikan momen bersejarah ini.
Kehadiran ETF Emas diharapkan dapat memperluas akses masyarakat terhadap investasi emas melalui pasar modal dan memperkuat sinergi antar pelaku dalam ekosistem bullion. ETF Emas merupakan instrumen investasi reksa dana yang diperdagangkan di BEI dengan aset dasar berupa emas fisik. Dalam hal ini, Pegadaian berperan sebagai penyedia aset dasar melalui Electronic Gold Receipt (EGR), yang berfungsi sebagai bukti kepemilikan emas dalam bentuk elektronik.
EGR diterbitkan oleh Pegadaian berdasarkan emas fisik yang dimiliki dan/atau dikelola oleh perusahaan, dan dapat diperdagangkan kembali sesuai dengan ketentuan harga yang berlaku. Satuan kepemilikan EGR merepresentasikan emas secara digital, di mana 1 gram emas setara dengan 1.000 EGR, sementara satuan basket ETF dapat ditentukan oleh masing-masing manajer investasi.
Dengan peluncuran ini, Pegadaian menjadi satu-satunya penyedia utama ETF Emas di Indonesia, membuka peluang baru bagi masyarakat untuk berinvestasi dalam emas secara lebih mudah dan terjangkau.