Ekonomi

Pendapatan PT Futura Energi Global Tbk (FUTR) Menurun Signifikan di Awal 2026

Selasa, 30 Juni 2026, 11:31 WIB 39 views 2 menit baca
Ilustrasi penurunan pendapatan FUTR. Foto: dok FUTR
Ilustrasi penurunan pendapatan FUTR. Foto: dok FUTR
Bagikan:

PT Futura Energi Global Tbk (FUTR) memulai tahun 2026 dengan mengalami penurunan pendapatan yang signifikan, mencapai 77 persen secara tahunan. Berdasarkan laporan keuangan interim per 31 Maret 2026, perusahaan yang bergerak di bidang jasa penunjang konstruksi ini mencatat pendapatan sebesar Rp3,17 miliar, menurun drastis dari Rp13,99 miliar pada kuartal I 2025.

Penurunan pendapatan ini berdampak pada laba bruto yang juga merosot menjadi Rp733,73 juta, dari sebelumnya Rp5,05 miliar. Akibatnya, FUTR mengalami rugi sebelum pajak sebesar Rp3,53 miliar, berbanding terbalik dengan laba sebelum pajak sebesar Rp2,15 miliar pada periode yang sama tahun lalu. Rugi tersebut menjadi rugi bersih perusahaan pada kuartal I 2026. Selain itu, beban umum dan administrasi meningkat menjadi Rp4,28 miliar, dari Rp2,93 miliar pada kuartal I 2025, yang semakin memperberat tekanan terhadap profitabilitas perusahaan di tengah penurunan pendapatan.

Hampir seluruh pendapatan FUTR masih berasal dari jasa penunjang konstruksi, yang kontribusinya turun menjadi Rp3,17 miliar pada kuartal I 2026, jauh di bawah Rp12,18 miliar pada periode yang sama tahun lalu. Pada kuartal I 2025, perusahaan juga memperoleh pendapatan dari jasa gudang kreatif, konsultasi, dan pengolahan data, namun pada kuartal I tahun ini seluruh pendapatan hanya berasal dari jasa penunjang konstruksi. Meskipun demikian, posisi likuiditas perusahaan tetap relatif stabil, dengan saldo kas dan setara kas tercatat Rp30,74 miliar per akhir Maret 2026, sedikit meningkat dibandingkan Rp30,70 miliar pada akhir 2025. Piutang usaha kepada pihak ketiga juga mengalami kenaikan menjadi Rp11,97 miliar dari Rp10,39 miliar.

Di tengah penurunan kinerja fundamental, saham FUTR justru menunjukkan penguatan pada perdagangan Selasa pagi, 30 Juni 2026. Hingga pukul 09.26 WIB, saham FUTR naik 3,03 persen atau 5 poin ke level Rp170 per saham, setelah dibuka pada harga Rp165. Dalam sesi perdagangan tersebut, saham ini sempat mencapai level tertinggi Rp185 dan terendah Rp162, dengan nilai transaksi sekitar Rp1,8 miliar dan volume perdagangan mencapai sekitar 10,11 juta saham. Namun, dalam jangka menengah, pergerakan saham FUTR masih menunjukkan tekanan, dengan penurunan 5,03 persen dalam sebulan terakhir, 24,11 persen dalam tiga bulan, serta terkoreksi 74,24 persen sejak awal tahun. Meski demikian, secara tahunan, saham FUTR masih mencatatkan kenaikan 142,86 persen, dan dalam periode tiga tahun melonjak sekitar 240 persen.

J

Penulis

Jaya Abdi

Penulis di Jagad Info

Berita Terkait