Ekonomi

Penurunan Harga Minyak Global di Tengah Stok Minyak AS yang Terendah dalam 12 Tahun

Kamis, 25 Juni 2026, 07:54 WIB 14 views 2 menit baca
Harga minyak dunia turun meski stok minyak AS di Cushing mencapai level terendah 12 tahun. Selat Hormuz yang kembali ramai jadi sentimen pasar. Foto: Dok. KabarBursa.
Harga minyak dunia turun meski stok minyak AS di Cushing mencapai level terendah 12 tahun. Selat Hormuz yang kembali ramai jadi sentimen pasar. Foto: Dok. KabarBursa.
Bagikan:

KABARBURSA.COM – Meskipun biasanya penurunan stok minyak mentah akan mendorong harga naik, hal ini tidak terjadi di Amerika Serikat. Harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) tercatat sempat turun di bawah USD70 per barel, sebelum akhirnya ditutup pada USD70,34 per barel. Penurunan harga ini terjadi di tengah menyusutnya cadangan minyak di fasilitas penyimpanan utama AS, yang mencapai titik terendah dalam 12 tahun.

Berdasarkan laporan dari Badan Informasi Energi Amerika Serikat (EIA), stok minyak di Cushing, Oklahoma, turun menjadi sekitar 19 juta barel pada pekan lalu, angka terendah sejak 2014. Cushing merupakan salah satu pusat penyimpanan minyak terbesar di dunia dan menjadi acuan penting bagi pasar minyak di AS. Dalam kondisi normal, penurunan stok biasanya menandakan pasokan yang semakin ketat, yang seharusnya mendorong harga naik.

Sejak dimulainya konflik antara Amerika Serikat dan Israel pada akhir Februari, harga WTI sempat melonjak hingga USD119,48 per barel. Namun, pelepasan cadangan minyak strategis oleh pemerintah berhasil menahan lonjakan harga. Selain itu, aktivitas kapal tanker yang kembali melintasi Selat Hormuz juga membantu meredakan kekhawatiran pasar mengenai gangguan pasokan global, yang menjadi salah satu faktor penekan harga minyak meskipun stok di Cushing terus menurun.

Menurut Carl Larry, Manajer Penjualan di perusahaan analisis pasar energi Enverus, harga minyak seharusnya berada pada level yang lebih tinggi berdasarkan kondisi di Cushing, kebutuhan untuk mengganti pasokan yang hilang, dan masalah yang masih ada terkait arus kapal di Selat Hormuz. Ia menilai bahwa penurunan harga saat ini lebih dipengaruhi oleh sentimen pasar daripada kondisi pasokan yang sebenarnya.

Menipisnya stok di Cushing juga disebabkan oleh tingginya permintaan ekspor dari Pantai Teluk Amerika Serikat, sementara pasokan minyak impor dari Kanada mengalami penurunan akibat gangguan produksi yang tidak terduga. Saat ini, volume minyak yang tersimpan di Cushing berada di bawah 20 juta barel, yang dianggap sebagai batas minimum bagi operasional fasilitas penyimpanan. Analis memperingatkan bahwa jika volume minyak dalam tangki penyimpanan turun di bawah 10 hingga 20 persen dari kapasitas, proses pengambilan minyak akan menjadi lebih sulit dan kualitas minyak berisiko menurun karena endapan yang mengumpul di dasar tangki.

Perkembangan selanjutnya dalam pasar minyak akan sangat bergantung pada dinamika pasokan dan permintaan, serta respons pasar terhadap faktor-faktor global yang mempengaruhi harga.

D

Penulis

Dinda Mughni

Penulis di Jagad Info

Berita Terkait