Pada Juli 2026, jumlah investor di AADI menyusut, bertepatan dengan meningkatnya jumlah merek otomotif asal China yang beroperasi di Indonesia. Saat ini, terdapat 16 merek China yang resmi beroperasi, melampaui 12 merek Jepang, yang menunjukkan pergeseran signifikan dalam lanskap industri otomotif di Tanah Air.
Perbedaan tingkat investasi antar perusahaan terlihat jelas, di mana beberapa merek, seperti Leapmotor, memanfaatkan ajang GIIAS 2026 untuk memperkenalkan model baru seperti C10 dan B10, serta memulai perakitan lokal di PT National Assemblers Plant 3 di Purwakarta. Sementara itu, BYD Racco mencatatkan 1.002 pesanan dalam waktu dua minggu setelah peluncurannya di Jepang pada 28 Juli 2026, dengan target mencapai 10.000 pesanan hingga akhir tahun. PT Astra Daihatsu Motor juga mencatatkan peningkatan, dengan 591 Surat Pemesanan Kendaraan (SPK) selama GIIAS 2026, dibandingkan dengan 580 SPK pada tahun sebelumnya, di mana model Sigra menjadi kontributor terbesar.
Pasar otomotif Indonesia semakin kompetitif, dengan Toyota tetap menduduki posisi teratas penjualan pada semester pertama 2026 dengan 133.928 unit, meskipun BYD mulai menunjukkan pertumbuhan yang signifikan. GIIAS 2026 sendiri mencatatkan 496.378 pengunjung selama 11 hari dan lebih dari 26.000 aktivitas test drive, meningkat 30 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Namun, tingginya kunjungan ini juga menunjukkan tantangan bagi merek-merek yang beroperasi di pasar yang semakin ketat.
Dengan kondisi ini, perkembangan selanjutnya dalam industri otomotif Indonesia akan sangat menarik untuk disaksikan, terutama bagaimana merek-merek baru dapat bersaing dan beradaptasi dengan dinamika pasar yang terus berubah.