Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dilaporkan meminta perubahan pada sejumlah ketentuan dalam proposal untuk mengakhiri perang AS-Israel melawan Iran. Laporan ini muncul dari beberapa sumber media di AS, meskipun kesepakatan final belum tercapai.
Menurut laporan The New York Times, Trump meminta untuk memperketat syarat-syarat dalam kesepakatan tersebut. Beberapa pejabat yang mengetahui proses negosiasi mengatakan bahwa AS telah mengirim kembali kerangka kesepakatan yang telah direvisi untuk dipertimbangkan oleh Iran.
Laporan tersebut tidak menjelaskan secara spesifik perubahan apa saja yang dimasukkan ke dalam proposal terbaru. Namun, Axios melaporkan bahwa Trump ingin memperkuat sejumlah poin yang dianggap penting, termasuk terkait penanganan material nuklir milik Iran.
Seorang pejabat senior AS mengatakan bahwa Trump telah diberi tahu bahwa Iran kemungkinan membutuhkan waktu hingga tiga hari untuk memberikan tanggapan. "Mereka benar-benar berada di dalam gua-gua dan tidak menggunakan email," kata pejabat tersebut.
Pejabat tersebut juga mengatakan bahwa kesepakatan pasti akan tercapai, tetapi waktu pastinya belum dapat diprediksi. "Akan ada kesepakatan. Soal kapan tepatnya tercapai, kita lihat nanti. Kami bersedia menunggu agar presiden mendapatkan apa yang dimintanya. Bisa satu minggu, bisa kurang, bisa juga lebih lama. Kami berharap ada perkembangan pada awal pekan depan," tuturnya.