COVID-19 dan hantavirus adalah dua jenis penyakit yang dapat menyebabkan gejala mirip flu, tetapi memiliki beberapa perbedaan penting dalam hal penyebab, gejala, dan pencegahan. COVID-19 disebabkan oleh virus SARS-CoV-2 yang mudah menular antarmanusia, sedangkan hantavirus merupakan kelompok virus yang umumnya berasal dari hewan pengerat seperti tikus dan lebih sering menular melalui paparan lingkungan yang terkontaminasi.
Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), COVID-19 adalah penyakit akibat infeksi virus SARS-CoV-2 yang pertama kali menyebar secara global pada 2020 dan kemudian menjadi pandemi. Sementara itu, hantavirus bukan virus baru dan sudah lama dikenal sebagai kelompok virus zoonotik yang dibawa oleh hewan pengerat seperti tikus.
Perbedaan terbesar antara COVID-19 dan hantavirus ada pada cara penyebarannya. COVID-19 sangat mudah menular antarmanusia melalui partikel pernapasan saat seseorang batuk, bersin, berbicara, atau bernapas. Sementara itu, hantavirus umumnya tidak menyebar melalui interaksi sehari-hari antarmanusia, tetapi lebih sering menular melalui paparan debu yang terkontaminasi urine, feses, atau air liur tikus yang terinfeksi.
Gejala COVID-19 dan hantavirus juga memiliki beberapa perbedaan. COVID-19 dapat menyebabkan demam, batuk, pilek, sakit tenggorokan, nyeri tubuh, hingga hilang penciuman. Sementara itu, hantavirus biasanya dimulai dengan demam, lemas, nyeri otot, sakit kepala, menggigil, mual, muntah, hingga nyeri perut. Pada fase lanjut, hantavirus pulmonary syndrome (HPS) dapat berkembang menjadi sesak napas berat karena paru-paru terisi cairan dan berpotensi fatal.
Langkah pencegahan COVID-19 dan hantavirus juga berbeda. COVID-19 lebih difokuskan pada pencegahan penularan antarmanusia, seperti vaksinasi, memakai masker, menjaga ventilasi, mencuci tangan, dan menghindari kontak dekat saat sakit. Sementara itu, pencegahan hantavirus lebih fokus pada mengurangi paparan tikus dan lingkungannya, seperti menutup celah masuk tikus, menyimpan makanan dengan rapat, membersihkan kotoran tikus dengan disinfektan, memakai sarung tangan atau masker saat membersihkan area berisiko, dan menghindari menyapu kering kotoran tikus agar debu tidak beterbangan.