Kesehatan

Perbedaan Hamil Anggur dan Hamil Ektopik yang Perlu Diketahui

Jumat, 08 Mei 2026, 09:43 WIB 12 views 2 menit baca
Perbedaan Hamil Anggur dan Hamil Ektopik yang Perlu Diketahui
Ilustrasi. Beda hamil anggur dan hamil ektopik. (iStockphoto/FatCamera)
Bagikan:

Idealnya, kehamilan terjadi ketika sel telur yang telah dibuahi menempel dan berkembang di dalam rahim. Namun, perjalanan menuju sembilan bulan ini tidak selalu mulus. Ada kalanya, komplikasi muncul dalam bentuk hamil anggur atau hamil di luar kandungan (ektopik). Meski sama-sama merupakan gangguan pada fase awal kehamilan, keduanya adalah kondisi medis yang berbeda total, mulai dari penyebab hingga risiko yang mengintai sang ibu.

Hamil anggur terjadi akibat pertumbuhan jaringan plasenta yang tidak normal. Sementara itu, hamil di luar kandungan atau kehamilan ektopik terjadi saat sel telur yang dibuahi justru menempel di luar rongga utama rahim. Secara medis, hamil anggur atau mola pregnancy adalah komplikasi langka yang melibatkan pertumbuhan abnormal sel trofoblas. Sel ini seharusnya berkembang menjadi plasenta untuk menutrisi janin.

Hamil anggur terbagi menjadi dua kategori: complete molar pregnancy dan partial molar pregnancy. Complete molar pregnancy adalah kondisi di mana jaringan plasenta membengkak dan membentuk kista berisi cairan, tanpa janin yang terbentuk. Sementara itu, partial molar pregnancy adalah kondisi di mana jaringan plasenta terdiri dari jaringan normal dan abnormal, dengan janin yang mungkin sempat terbentuk, namun tidak dapat bertahan hidup.

Berbeda dengan hamil anggur, kehamilan ektopik adalah kondisi di mana embrio "tersesat" dan menempel di luar rongga utama rahim, biasanya di saluran tuba falopi. Karena saluran ini tidak dirancang untuk menampung pertumbuhan embrio, risiko terbesar adalah pecahnya tuba yang dapat memicu perdarahan hebat dan mengancam nyawa.

Tanda-tanda hamil anggur meliputi perdarahan vagina berwarna cokelat tua hingga merah terang pada trimester pertama, mual dan muntah yang sangat hebat, muncul kista menyerupai butiran anggur yang keluar dari vagina, dan ukuran rahim membesar lebih cepat dari usia kehamilan seharusnya. Sementara itu, tanda-tanda hamil ektopik meliputi perdarahan vagina disertai nyeri perut bagian bawah yang tajam, nyeri pada punggung bawah, dan lemas hingga pusing hebat.

Jika tuba pecah, pasien akan mengalami nyeri bahu mendadak, pingsan, dan tekanan darah turun drastis akibat perdarahan internal. Namun, kabar baiknya, kedua komplikasi ini bukan berarti akhir dari peluang Anda untuk memiliki buah hati di masa depan. Penyintas hamil anggur umumnya disarankan menunggu selama enam bulan hingga satu tahun sebelum mencoba hamil kembali, guna memastikan jaringan abnormal benar-benar hilang. Sementara itu, perempuan yang mengalami kehamilan ektopik masih memiliki peluang besar untuk hamil normal di kemudian hari, bahkan jika salah satu saluran tuba harus diangkat melalui prosedur operasi.

D

Penulis

Dinda Mughni

Penulis di Jagad Info

Berita Terkait