Ekonomi

Peringatan untuk Pasar Energi! J.P. Morgan Turunkan Proyeksi Harga Minyak Brent ke USD78

Kamis, 25 Juni 2026, 10:54 WIB 15 views 2 menit baca
Alarm untuk Pasar Energi! J.P. Morgan Pangkas Proyeksi Brent, Harga Minyak Diprediksi Turun ke USD78
Alarm untuk Pasar Energi! J.P. Morgan Pangkas Proyeksi Brent, Harga Minyak Diprediksi Turun ke USD78
Bagikan:

J.P. Morgan telah mengubah proyeksi harga minyak mentah Brent untuk paruh kedua tahun 2026, setelah menganalisis bahwa penurunan stok minyak komersial berlangsung lebih lambat dari yang diperkirakan. Selain itu, permintaan energi global juga mengalami penurunan yang lebih signifikan dibandingkan estimasi sebelumnya.

Dalam laporan riset yang dirilis, bank investasi tersebut memperkirakan harga rata-rata minyak Brent akan berada di sekitar USD86 per barel pada kuartal III 2026. Namun, memasuki kuartal IV, harga diprediksi akan turun ke level USD80 per barel, sebelum mencapai sekitar USD78 per barel pada akhir tahun 2026. J.P. Morgan mencatat bahwa penurunan persediaan minyak di negara-negara anggota Organisasi Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD) tidak menunjukkan laju yang diharapkan, sementara konsumsi minyak global mengalami perlambatan yang lebih besar dari perkiraan awal.

Analisis dari J.P. Morgan menunjukkan bahwa proses penyesuaian pasar minyak global masih berlangsung, tetapi dengan dinamika yang berbeda dari asumsi awal. Sebelumnya, penyusutan stok dianggap sebagai faktor utama dalam menyeimbangkan pasar, namun kini perlambatan permintaan menjadi lebih dominan. Saat ini, arus pasokan minyak dunia tercatat sekitar 8,6 juta barel per hari, dengan rata-rata distribusi pasokan pada bulan Juni mencapai 6,3 juta barel per hari, meningkat tajam dibandingkan bulan April dan Mei.

Laporan tersebut juga mengindikasikan bahwa banyak pelaku usaha di sektor minyak memilih untuk mempertahankan stok komersial mereka. Untuk menjaga aktivitas pengolahan di kilang, mereka lebih memilih menggunakan cadangan minyak strategis pemerintah daripada mengurangi persediaan komersial yang tersedia. J.P. Morgan memperkirakan bahwa stok minyak di kawasan OECD akan berkurang sekitar 50 juta barel tambahan antara April hingga Juli 2024, tetapi penurunan ini dianggap belum cukup untuk memberikan tekanan kenaikan harga yang berkelanjutan.

Di sisi lain, bank investasi tersebut mengingatkan bahwa pasar minyak mungkin akan memasuki fase surplus pasokan yang signifikan pada kuartal IV 2026 hingga paruh pertama 2027. Setelah produksi mencapai puncaknya pada akhir 2026, produsen diharapkan menyesuaikan tingkat output mereka pada awal 2027 untuk mengurangi tekanan terhadap harga minyak. Penurunan proyeksi harga Brent ini mencerminkan tantangan yang dihadapi pasar, dengan pertumbuhan konsumsi global yang melemah dan penurunan persediaan yang tidak seagresif yang diperkirakan sebelumnya.

J

Penulis

Jarot Kusna

Penulis di Jagad Info

Berita Terkait