Pertemanan sesama ibu sering kali dianggap sebagai keharusan, namun kenyataannya tidak semua pertemanan berdampak positif. Psikolog dan direktur klinis nasional untuk Integrated Behavioral Health di LifeStance Health, Kristin MacGregor, PhD, memaparkan bahwa dukungan sosial sepatutnya melindungi fisik dan mental. Sayangnya, tidak semua koneksi sosial benar-benar suportif untukmu.
Ibu sekaligus psikolog klinis, Gilly Kahn, PhD, memaparkan bahwa menjauh dari sesama ibu memang rumit, apalagi jika anak kalian berteman. Namun, saat hubungannya terlalu melelahkan, kamu wajib mengevaluasinya. Berikut tanda dan solusinya.
Tanda pertemanan sesama ibu tidak sehat antara lain hubungan yang tidak seimbang, teman yang terlalu menuntut, kepribadian yang tak lagi sejalan, dan berdampak buruk bagi kesehatan mental. Jika kamu menjawab ya untuk salah satu atau kedua pertanyaan tentang kesedihan atau amarah jangka panjang, kemungkinan besar kesehatan mentalmu terpengaruh secara negatif sehingga ada sesuatu yang perlu diubah.
Cara mengakhiri pertemanan sesama ibu antara lain membiarkan pertemanan meredup dan berkomunikasi secara langsung. Jika teman tersebut tidak punya ikatan kuat dengan keluargamu, cara terbaik adalah membiarkan pertemanan pudar alami. Namun, jika teman tersebut terlalu menuntut, bicarakan langsung dengan mengutamakan kata "saya" alih-alih menyalahkan.