Kesehatan

Pijat Bayi: Manfaat dan Risiko yang Perlu Diketahui

Minggu, 17 Mei 2026, 04:33 WIB 18 views 2 menit baca
Pijat Bayi: Manfaat dan Risiko yang Perlu Diketahui
Ilustrasi. Pijat bayi menawarkan aneka manfaat. Namun orang tua perlu ingat bahwa memijat bayi tidak boleh sembarangan. (Kinan)
Bagikan:

Jakarta, Indonesia - Pijat bayi sering dianggap sebagai cara sederhana untuk menenangkan si kecil, namun orang tua perlu ingat bahwa memijat bayi tidak boleh sembarangan. Dari sudut pandang medis, pijat bayi memang bisa bermanfaat, tapi manfaat itu hanya muncul jika dilakukan dengan cara yang tepat, lembut, aman, dan mengikuti kondisi bayi.

Salah satu alasan utama bayi tidak boleh dipijat sembarangan adalah kondisi tubuhnya yang masih berkembang. Tulang, sendi, otot, hingga kulit bayi jauh lebih sensitif dibanding orang dewasa. American Academy of Pediatrics (AAP) menekankan bahwa pijat bayi seharusnya dilakukan dengan sentuhan yang cukup terasa, tapi tetap lembut dan konsisten.

Jika pijatan terlalu keras atau dilakukan dengan tekanan berlebihan, risiko cedera bisa meningkat. Beberapa laporan kasus medis bahkan mencatat adanya patah tulang pada bayi yang dikaitkan dengan praktik pijat tradisional yang terlalu kuat. Artinya, bukan pijatnya yang berbahaya, tetapi cara melakukannya.

Waktu juga sangat menentukan dalam memijat bayi. Mengutip pedoman dari Cambridge University Hospitals, bayi sebaiknya tidak dipijat saat sedang tidur, lapar, menangis, demam, atau mengalami infeksi. Dalam kondisi tersebut, tubuh bayi sedang tidak siap menerima stimulasi tambahan. Memijat bayi yang sedang tidak nyaman justru bisa memperburuk kondisinya.

AAP menyarankan orang tua untuk memperhatikan sinyal bayi, apakah ia tampak rileks, menikmati sentuhan, atau justru gelisah. Jika bayi menunjukkan tanda tidak nyaman, pijatan sebaiknya segera dihentikan. Pendekatan ini juga ditegaskan dalam pedoman medis bahwa infant massage harus dipandu oleh kondisi bayi, bukan dipaksakan karena dianggap baik.

Sejumlah penelitian memang menunjukkan pijat bayi memiliki manfaat, seperti meredakan nyeri, mendukung kenaikan berat badan, hingga membantu kondisi seperti jaundice. Selain itu, manfaat juga terasa pada bonding antara orang tua dan bayi, pertumbuhan, serta beberapa aspek perkembangan. Namun, penelitian yang sama juga mengingatkan bahwa pelaporan efek samping masih terbatas, sehingga praktiknya tetap harus dilakukan dengan hati-hati.

I

Penulis

Indriani Atmaja

Penulis di Jagad Info

Berita Terkait