Aksi unjuk rasa yang diikuti ribuan mahasiswa di kawasan Dukuh Atas, Jakarta Pusat, berlangsung dengan aman, tertib, dan terkendali hingga Jumat sore. Pihak kepolisian mengonfirmasi bahwa dua orang telah diamankan selama berlangsungnya aksi tersebut.
Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, menyatakan, "Alhamdulillah proses perjalanan penyampaian pendapat masih berlangsung, situasi masih aman dan dapat dikendalikan." Ia menambahkan bahwa Polda Metro Jaya bersama TNI berkomitmen untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat agar aspirasi mahasiswa dapat tersampaikan dengan baik.
Budi menjelaskan bahwa pengamanan dilakukan dengan pendekatan persuasif dan humanis, sesuai dengan arahan Kapolda Metro Jaya. Di tengah aksi, Satuan Tugas Penegakan Hukum (Satgas Gakkum) Ditreskrimum Polda Metro Jaya berhasil mengamankan dua pria yang diduga berusaha menyusup ke tengah massa mahasiswa. Penangkapan terjadi di sekitar Bendungan Hilir pada pukul 15.30 WIB, dengan barang bukti berupa bom molotov.
"Kami sudah mengidentifikasi beberapa kelompok orang yang akan bergabung dengan aksi mahasiswa dan ini membawa molotov. Dua orang sudah diamankan dan saat ini dibawa ke Direktorat Reserse Kriminal Umum untuk dilakukan pemeriksaan dan interogasi mendalam," ungkap Budi. Ia memastikan bahwa kedua individu tersebut bukan bagian dari kelompok mahasiswa dan status serta afiliasi mereka masih dalam penyelidikan.
Terkait keluhan mengenai gangguan sinyal internet dan laporan tentang CCTV yang mati di sekitar lokasi aksi, Polda Metro Jaya membantah adanya tindakan pengacakan sinyal (jamming). Budi menjelaskan, "Jamming di lapangan tidak ada. Karena memang karena kepadatan anggota termasuk seluruh masyarakat, aktivitas beberapa memang sinyal kita pun rata-rata sudah susah. Kami juga akan berkomunikasi dengan Diskominfo Provinsi DKI terkait tentang CCTV."
Ke depan, pihak kepolisian akan terus memantau situasi dan melakukan langkah-langkah yang diperlukan untuk menjaga keamanan dalam setiap aksi unjuk rasa yang berlangsung.