Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi akan terus mengalami koreksi pada perdagangan hari ini, Selasa, 23 Juni 2026. Pada penutupan perdagangan Senin, 22 Juni 2026, IHSG tercatat melemah 0,98 persen atau turun 60 poin ke level 6.116, dengan hanya dua sektor yang mengalami penguatan, yaitu energi dan teknologi.
Senior Technical Analyst Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta, menyatakan bahwa pergerakan IHSG hari ini masih dalam fase koreksi wajar, terletak pada “wave (b)” setelah terbentuk pola bearish outside bar. Ia menjelaskan bahwa meskipun indikator Stochastics K_D dan RSI menunjukkan sinyal positif, volume perdagangan mengalami penurunan. Nafan juga menekankan bahwa pengumuman MSCI Annual Market Classification Review yang dijadwalkan pada 24 Juni 2026, akan menjadi faktor krusial yang mempengaruhi pergerakan IHSG pekan ini.
Menurut Nafan, efek dari pengumuman tersebut diperkirakan akan signifikan, mengingat pelaku pasar sedang menunggu kejelasan terkait status freeze pada indeks Indonesia. Ia menambahkan bahwa jika MSCI mempertahankan status emerging market namun tetap melanjutkan status freeze tanpa indikasi penurunan ke frontier market, maka respons pasar kemungkinan akan cenderung netral. Sebaliknya, jika ada kejelasan positif mengenai pencabutan freeze di masa mendatang, hal ini dapat memicu pembalikan aliran modal.
Dari sisi global, Nafan mencatat adanya perkembangan positif di Timur Tengah setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menandatangani nota kesepahaman dengan Iran. Namun, situasi ini mengalami tantangan setelah pertempuran baru antara Israel dan Hizbullah yang didukung Iran terjadi di Lebanon.
MNC Sekuritas juga mencatat bahwa IHSG masih berada di atas MA20 meskipun ditutup di zona merah kemarin. Mereka memprediksi bahwa IHSG akan melanjutkan pelemahan, tetapi ada kemungkinan untuk berbalik menguat. MNC Sekuritas memperkirakan IHSG akan menguji rentang area 5.723-5.972, dengan peluang penguatan ke rentang 6.548-6.782.
BRI Danareksa Sekuritas menambahkan bahwa IHSG masih dalam fase konsolidasi dengan kecenderungan terbatas. Mereka menyebutkan bahwa selama IHSG bertahan di atas area support 6.070–5.930, peluang rebound masih ada dengan target resistance di 6.300–6.350. Fokus pasar hari ini akan tertuju pada hasil MSCI Annual Market Classification Review, serta rilis M2 Money Supply Indonesia dan perkembangan review peringkat kredit Indonesia oleh S&P Global.
Rekomendasi saham untuk hari ini antara lain dari Mirae Asset Sekuritas: ANTM, NCKL, PTBA; MNC Sekuritas: BBCA, ISAT, NCKL, RAJA; dan BRI Danareksa: OASA, MDKA, INDY.