PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk (IPCC) telah resmi mengumumkan rencana untuk membagikan dividen tunai bagi para pemegang saham untuk tahun buku 2025. Pengumuman ini merupakan hasil dari keputusan yang diambil dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang berlangsung pada 10 Juni 2026 di Museum Maritim Indonesia, Tanjung Priok, Jakarta Utara.
Senior Manager Sekretaris Perusahaan IPCC, Roro Endah Dwi Liesly Puspita Sari, mengungkapkan bahwa perusahaan akan mengalokasikan 80 persen dari laba bersih untuk dividen. Dalam surat keterbukaan informasi kepada otoritas pasar modal, Roro menyatakan, "Perseroan akan membagikan dividen tunai kepada Pemegang Saham sebesar Rp205.210.175.662." Pembagian ini menunjukkan komitmen perusahaan dalam memberikan keuntungan kepada para investornya.
Total dividen tunai yang akan dibagikan setara dengan Rp112.853 per lembar saham, yang akan dilakukan dalam dua tahap, yaitu dividen interim dan dividen final. Sebelumnya, perusahaan telah mencairkan dividen interim sebesar Rp47.574.220.207, di mana pemegang saham menerima Rp26,1629 per lembar saham. Sisa dividen final yang akan dibagikan mencapai Rp157.635.955.454, dengan nilai Rp86,6901 per lembar saham.
Manajemen memastikan bahwa dana tunai akan ditransfer langsung kepada pemegang saham yang terdaftar. Batas waktu untuk penentuan pemilik rekening investasi yang berhak menerima dividen adalah pada pukul 16.00 WIB. Bagi pemegang saham dengan sistem penitipan kolektif, dana akan masuk secara otomatis melalui rekening Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), yang juga akan mengirimkan konfirmasi tertulis kepada perusahaan efek atau bank kustodian.
Perusahaan juga mengingatkan bahwa pembagian dividen ini akan dikenakan pajak sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Pemotongan Pajak Penghasilan (PPh) akan dilakukan secara langsung, dengan tarif yang berbeda bagi pemegang saham Wajib Pajak Luar Negeri, tergantung pada perjanjian pajak yang berlaku.
Jadwal pelaksanaan aksi korporasi ini telah ditentukan dengan ketat bersama PT Bursa Efek Indonesia. Masa perdagangan saham yang berhak atas dividen akan berlangsung hingga 19 Juni 2026, dengan tanggal pembayaran dividen final dijadwalkan pada 10 Juli 2026. Proses ini menunjukkan langkah nyata perusahaan dalam memberikan nilai tambah kepada para pemegang sahamnya.