Ekonomi

PTBA Siap Bagikan Dividen Rp1,3 Triliun, Yield Capai 4,2 Persen

Kamis, 11 Juni 2026, 22:18 WIB 15 views 2 menit baca
PT Bukit Asam Tbk (PTBA) resmi menyetujui rencana pembagian dividen tunai senilai total Rp1,3 triliun dari laba bersih tahun buku 2025. (Foto: Dok. Bukit Asam)
PT Bukit Asam Tbk (PTBA) resmi menyetujui rencana pembagian dividen tunai senilai total Rp1,3 triliun dari laba bersih tahun buku 2025. (Foto: Dok. Bukit Asam)
Bagikan:

PT Bukit Asam Tbk (PTBA) telah resmi menyetujui rencana untuk membagikan dividen tunai total sebesar Rp1,3 triliun dari laba bersih tahun buku 2025. Keputusan ini diambil dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang berlangsung pada Kamis, 11 Juni 2026, di mana setiap pemegang saham akan menerima dividen sebesar Rp114 per lembar saham.

Rasio pembayaran dividen ditetapkan sebesar 45 persen dari total laba bersih tahun 2025. Pembagian dividen ini memberikan indikasi dividend yield sebesar 4,2 persen berdasarkan harga saham PTBA yang diperdagangkan pada level Rp2.730 per lembar saat sesi intraday. Yield ini dianggap menarik bagi investor yang mencari instrumen investasi dengan imbal hasil yang terukur. Saat ini, investor menantikan pengumuman resmi mengenai jadwal cum date dan tanggal pembayaran dividen dari manajemen perusahaan.

Keputusan ini mencerminkan kehati-hatian manajemen dalam mengelola arus kas di tengah tantangan volatilitas harga komoditas global. Pada tahun 2025, PTBA mencatatkan laba bersih sebesar Rp2,93 triliun, mengalami penurunan dibandingkan dengan Rp5,10 triliun pada tahun sebelumnya. Pendapatan perusahaan tercatat sebesar Rp42,65 triliun, sedikit menurun dari Rp42,76 triliun pada tahun 2024, sementara beban pokok pendapatan meningkat menjadi Rp36,39 triliun dari Rp34,56 triliun.

Kondisi ini berimbas pada penurunan laba bruto menjadi Rp6,25 triliun, dibandingkan dengan Rp8,20 triliun pada tahun 2024. Dari sisi neraca, total aset PTBA meningkat menjadi Rp43,91 triliun pada akhir 2025, didorong oleh pertumbuhan aset tetap dan investasi pada entitas asosiasi. Total liabilitas juga mengalami kenaikan menjadi Rp21,30 triliun, sementara ekuitas relatif stabil di kisaran Rp22,61 triliun.

Direktur Utama PTBA, Arsal Ismail, menegaskan bahwa kinerja operasional perusahaan sepanjang 2025 menunjukkan ketahanan bisnis di tengah tekanan harga batu bara global. Meskipun harga jual rata-rata mengalami penurunan, PTBA berhasil meningkatkan efisiensi operasional dan memperluas pangsa pasar global. Memasuki tahun 2026, PTBA optimis dengan persetujuan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) tanpa pemotongan volume produksi, menargetkan produksi dan penjualan sebesar 49,5 juta ton.

Dengan fokus pada efisiensi dan pengembangan bisnis yang berkelanjutan, PTBA berkomitmen untuk menjaga kinerja positif dan berkontribusi pada perekonomian nasional serta ketahanan energi di Indonesia.

D

Penulis

Dinda Mughni

Penulis di Jagad Info

Berita Terkait