Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tengah berupaya untuk merumuskan regulasi yang bertujuan untuk standarisasi konektor motor. Langkah ini diambil sebagai respons terhadap meningkatnya kekhawatiran mengenai risiko korsleting yang dapat terjadi pada kendaraan listrik.
Proses pengembangan regulasi ini dilakukan seiring dengan peluncuran produk Fast Charging 2W dan Buffer Charging oleh PT Dharma Polimetal Tbk (DRMA) di GIIAS 2026. Produk tersebut merupakan bagian dari upaya untuk memperkuat ekosistem kendaraan listrik di Indonesia. Menurut sumber di ESDM, standarisasi konektor motor diharapkan dapat mencegah insiden korsleting yang dapat membahayakan pengguna dan mengganggu operasional kendaraan.
Dengan adanya regulasi ini, diharapkan semua produsen kendaraan listrik dapat mengikuti standar yang ditetapkan, sehingga keselamatan pengguna dapat terjamin. ESDM berkomitmen untuk terus memantau dan mengevaluasi perkembangan dalam industri kendaraan listrik, serta melakukan penyesuaian regulasi jika diperlukan.
Ke depan, ESDM akan melanjutkan diskusi dengan berbagai pemangku kepentingan untuk memastikan implementasi regulasi ini berjalan efektif dan sesuai dengan kebutuhan industri serta masyarakat.