Rifaldy Fajar, yang viral atas dugaan penelitian palsu, berjanji akan menarik seluruh abstrak maupun publikasi lainnya yang mencatut nama Universitas Muhammadiyah Bulukumba (UM Bulukumba). Menurut Rifaldy, sejauh ini ada 51 abstrak penelitian yang menyertakan nama perguruan tinggi almamater ibunya itu.
Rifaldy memenuhi panggilan UM Bulukumba pada Rabu (3/6/2026) dan menyampaikan klarifikasi dalam pertemuan yang dipimpin oleh Kepala LPPM UM Bulukumba, Ilmar Andi Achmad. Dalam pertemuan tersebut, Rifaldy berkomitmen untuk menarik kembali seluruh paper, karya ilmiah, maupun abstrak penelitian yang mencantumkan nama dan/atau afiliasi Universitas Muhammadiyah Bulukumba dari semua jurnal ataupun penyelenggara konferensi terkait.
Ada kesepakatan di atas meterai yang ditandatangani Rifaldy, di mana dalam poin Batas Waktu Penyelesaian tertera akhir Juni 2026. Rifaldy juga menulis surat pernyataan dengan meterai yang berisi 10 poin pernyataan, termasuk permintaan maaf dan janjinya sebagai tindak lanjut.
Rifaldy mengaku bahwa ia menggunakan nama ibunya, Elfiany Syafruddin, sebagai afiliasi terhadap penelitiannya. Ia juga membeberkan modus penggunaan nama ibunya dan UM Bulukumba, termasuk mengganti nama ibunya dengan namanya sendiri jika abstraknya diterima.
UM Bulukumba menekankan prinsip bahwa jika Rifaldy kembali mengulangi kesalahan yang sama atau tidak memenuhi kewajiban penarikan seluruh publikasi, maka pihak kampus memiliki hak penuh untuk membawa masalah ini ke jalur hukum sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.