Ekonomi

RUPS Sejumlah Emiten Ditetapkan pada 1 Juli 2026, Apa Saja Agenda yang Dibahas?

Selasa, 30 Juni 2026, 23:34 WIB 54 views 2 menit baca
Besok, 1 Juli 2026, tiga emiten yaitu CGAS, GMFI dan KIOS akan menggelar RUPS di tempat yang berbeda. (Foto: KabarBursa)
Besok, 1 Juli 2026, tiga emiten yaitu CGAS, GMFI dan KIOS akan menggelar RUPS di tempat yang berbeda. (Foto: KabarBursa)
Bagikan:

KABARBURSA.COM – Pada Rabu, 1 Juli 2026, beberapa emiten akan melaksanakan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) dengan agenda yang mencakup aksi korporasi yang berpotensi mengubah struktur permodalan, permintaan persetujuan atas penjaminan aset, serta perubahan jajaran pengurus. Tiga emiten yang terlibat dalam RUPS ini adalah PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk (GMFI), PT Cardig Aero Services Tbk (CGAS), dan PT Kioson Komersial Indonesia Tbk (KIOS).

Perhatian utama tertuju pada GMFI yang akan meminta persetujuan pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) untuk melaksanakan kuasi reorganisasi. Proses ini mencakup rencana pengurangan modal dasar, modal ditempatkan, dan modal disetor melalui penurunan nilai nominal saham. Selain itu, GMFI juga akan meminta persetujuan untuk perubahan Pasal 4 ayat (1), ayat (2), dan ayat (3) Anggaran Dasar terkait dengan pengurangan modal tersebut. Kuasi reorganisasi bertujuan untuk memperbaiki struktur ekuitas perusahaan setelah mendapatkan persetujuan dari regulator dan pemegang saham, sehingga dapat menghapus saldo defisit yang membebani laporan keuangan.

Menjelang RUPSLB, saham GMFI menunjukkan pergerakan yang terbatas. Pada penutupan perdagangan Selasa, 30 Juni 2026, saham GMFI berada di level Rp51, mengalami penurunan sebesar 1 poin atau 1,92 persen dari penutupan sebelumnya di Rp52, dengan volume perdagangan sekitar 562,05 ribu lot dan nilai transaksi mencapai Rp2,8 miliar.

Di sisi lain, PT Cardig Aero Services Tbk (CGAS) akan mengajukan permohonan persetujuan pemegang saham untuk menjadikan kekayaan perusahaan sebagai jaminan utang yang dapat melebihi 50 persen dari total kekayaan bersih perusahaan. Persetujuan ini diperlukan sebagai dasar hukum untuk memperoleh fasilitas pendanaan yang melibatkan aset dalam jumlah besar. Namun, hal ini tidak berarti perusahaan akan langsung menambah utang, melainkan memberikan kewenangan kepada direksi untuk mengambil keputusan sesuai kebutuhan.

Menjelang RUPS, saham CGAS juga mengalami penurunan, ditutup pada level Rp136, turun 9 poin atau 6,21 persen dari harga penutupan sebelumnya di Rp145, dengan volume transaksi sekitar 30,57 ribu lot dan nilai perdagangan sekitar Rp425,9 juta.

Sementara itu, PT Kioson Komersial Indonesia Tbk (KIOS) akan menggelar RUPS Tahunan dengan agenda rutin, termasuk persetujuan laporan tahunan dan laporan keuangan tahun buku 2025, penunjukan kantor akuntan publik untuk audit laporan keuangan tahun buku 2026, serta penetapan remunerasi bagi direksi dan dewan komisaris. Meskipun agenda ini bersifat rutin, saham KIOS mengalami tekanan yang lebih besar dibandingkan emiten lainnya, ditutup di level Rp77, turun 6 poin atau 7,23 persen dari posisi sebelumnya di Rp83, dengan volume perdagangan mencapai sekitar 88,59 ribu lot dan nilai transaksi Rp694,8 juta.

Menjelang pelaksanaan RUPS, respons pasar terlihat hati-hati, dengan seluruh saham yang akan menggelar rapat ditutup di zona merah, meskipun agenda yang dibahas memiliki karakteristik yang berbeda.

A

Penulis

Adhe Dharma

Penulis di Jagad Info

Berita Terkait